JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Dalam pengentasan kemiskinan dibutuhkan pendataan yang akurat mengenai jumlah penduduk miskin termasuk kantung-kantungnya. Hal tersebut bertujuan pengentasan lebih tepat sasaran.
![]() |
| Nelayan di NTB |
“Pendataan yang akurat dapat diperoleh dengan sistem informasi yang baik, sehingga menghasilkan pemetaan kantong-kantong kemiskinan” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Prijono di Mataram, Jum’at (8/3/2016)
Menurutnya, kalau pemetaan sudah dilakukan dan dengan adanya data akurat, pemerintah daerah nantinya akan langsung menyasar daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi melalui program-program unggulan untuk mengentaskan kemiskinan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Zainul Majdi mengatakan kondisi demografi NTB memiliki karaktetistik yang unik. Penduduk miskin NTB banyak yang memilih mengubah hidupnya dengan bekerja di negeri orang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), hal itulah yang mengakibatkan data penduduk miskin NTB belum ada yang akurat.
“Sayangnya masyarakat NTB yang bekerja di luar negeri ketika balik ke NTB memiliki perilaku yang konsumtif. Seharusnya hasil bekerja sebagai TKI dipikirkan untuk membangun usaha. Jadi, tidak perlu lagi bekerja di luar negeri,” ungkap Majdi saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan BI Wilayah NTB di kantornya.