JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Penyebab kematian misterius belasan ekor kambing milik petani sekaligus peternak hingga kini masih menimbulkan kekhawatiran warga di Desa Way Sidomukti Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Salah satu warga Desa Way Sidomukti, Untung menyebutkan, beberapa ekor kambingetawa dan kambing kampung yang dimilikinya mati mendadak pada pagi hari tanpa diketahui penyebab pasti.
“Saat sore hari kami masih memberi makan kambing kambing tersebut, namun paginya kambing sudah mati kaku dan langsung dikubur karena khawatir penyakit yang jadi penyebab kematian menular,”ujar Untung kepada Cendana News, Jumat (8/4/2016).
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, belasan kambing yang mati mendadak milik beberapa warga di desa tersebut. Menurut dugaan awal, kondisi cuaca di sekitar desa yang dekat dengan pantai tersebut mengakibatkan kambing terserang “masuk angin” namun penyebab lain masih belum diketahui.
Ia menerangkan kambing miliknya ditemukan mati di dalam kandang yang berada tepat di belakang rumahnya. Kematian kambing tak terjadi secara bersamaan melainkan ada jeda beberapa hari.
“Kadang sehari mati satu ekor, kadang dua-tiga hari mati lagi satu ekor. Kambing milik saya yang mati tiga ekor,” ungkapnya.
Untung tak mengetahui secara jelas penyebab kematian kambing miliknya selama beberapa hari terakhir. Saat hendak memberi makan atau membersihkan kandang, kerap mendapati kambing miliknya mati satu persatu.
Lantaran khawatir, Untung menjual dua ekor kambing yang masih hidup pada beberapa hari lalu. Dia khawatir kambing yang masih hidup bakal bernasib sama mati di dalam kandang. Kambing-kambing itu berumur sekitar dua tahun. Sementara warga lain juga mengalami hal yang sama dengan kematian beberapa ekor kambing yang mati secara misterius.
Berbeda dengan Untung,salah satu pemilik kambing lainnya, Teguh, yang memelihara tiga ekor kambing jenis etawa mengaku ketiga ekor kambing miliknya masih hidup dan tetap dipelihara di kandang. Akibat kasus kematian beberapa ekor kambing di desanya, ia tidak lagi membiarkan kambing miliknya diliarkan.
Kematian ternak kambing juga sebelumnya dialami oleh Al Mualimin, warga Desa Tetaan Kecamatan Penengahan, salah satu pemilik puluhan ekor kambing miliknya yang mati mendadak dalam kurun waktu berbeda.
Kematian kambing miliknya diduga akibat penyakit tertentu yang belum diketahui dengan ciri ciri kambing tidak memiliki nafsu makan sehingga lemas dan keluar ingus. Dampaknya induk kambing tidak memproduksi susu yang mengakibatkan anak anak kambing tak memperoleh pasokan air susu.
Berdasarkan pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan diduga kematian kambing kambing tersebut disebabkan cacing hati yang bersumber dari pakan rumput yang kurang bersih.

Mengatasi hal tersebut beberapa peternak kambing mulai membersihkan kandang dan memberi pakan rumput yang terjamin kebersihannya. Bahkan beberapa peternak mulai membuat ramuan tradisional yang diberikan kepada ternak kambing milik mereka dengan cara diberi minum.