Aktivis: Penderita Thalasemia di Aceh Memprihatinkan

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Penderita kelainan darah karena tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin atau yang biasa disebut Thalasemia terus bertambah di Provinsi Aceh. Saat ini tercatat, terdapat sebanyak 280 warga Aceh mengalami Thalasemia.
Penderita Thalasemia di Aceh
“Jumlah penderita yang terdata itu sebanyak 280 orang. Penderita bervariasi ada yang umurnya 3 tahun hingga 17 tahun,” ujar Fadliana Surya, aktivis peduli Thalasemia Aceh, kepada Cendana News, Senin (11/4/2016).
Dara pengagas Nagekeo Care Thalasemia ini mengatakan, ia bersama komunitas Blood For Life Fondation( BFLF), sempat mengunjungi penderita Thalasemia di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA). Menurutnya kondisi pasien sangat mengkhawatirkan.
Katanya, pasien penderita kelainan tersebut sangat membutuhkan uluran tangan. Selain itu, anak-anak yang menderita kelainan tersebut juga sangat membutuhkan teman untuk bermain. 
“Terlihat semangat hidup yang tinggi ketika bertemu dengan penderita, mereka tampak senang dan sangat bersemangat ketika kami berinteraksi dengan mereka,” kata Fadliana yang akrab disapa Lily.
Lily menambahkan, melalui program Nagekeo Care Thalasemia yang digagasnya tersebut, ia ingin mengajak para thalasemia untuk menulis. Mereka juga membawa 25 paket bingkisan kepada anak-anak yang menderita thalasemia, berupa buku mewarnai, krayon, dan peralatan tulis menulis.
“Kami mengajak para thalasemia untuk menulis apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan impian para penderita. Dari sana kita bisa melihat dan mengetahui apa yang sedang mereka rasakan dan mereka butuhkan” pungkasnya.
Lihat juga...