Penerapan Tiket Terpadu di Bakauheni Semrawut, Polisi Dikerahkan

SABTU, 19 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi

LAMPUNG — Pemberlakuan sistem tiket terusan atau sistem pelayanan terminal terpadu yang telah dilaksanakan di terminal Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni selama hampir empat pekan, masih menyisahkan kebingungan bagi penumpang pejalan kaki. 
Terminal terpadu di Pelabuhan Bakauheni
Beberapa penumpang bahkan sudah dicegat puluhan calo, bahkan menjadi korban kenakalan calo dengan mengarahkan ke kendaraan travel gelap dengan cara memaksa, menarik ongkos lebih mahal dari kesepakatan yang telah ditentukan.
“Kita mendengar keluhan penumpang adanya praktik pemaksaan kepada calon penumpang, padahal ketentuan tiket terpadu sudah kesepakatan pihak ASDP dan pihak Organda yang harus dipatuhi banyak elemen,”ungkap Murza, bendahara Organda khusus Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu(19/3/2016).
Pemberlakukan terminal terpadu yang sempat menimbulkan kesemrawutan, ditambah dengan menjamurnya calo tiket meski telah dipasang sekat pagar besi setinggi 50cm. Namun belum bisa mencegah para calo tiket melancarkan aksinya.
“Kesepakatan berbagai pihak selama sebulan pelaksanaan tiket terpadu banyak dilanggar dan bahkan para calo tak mengindahkan dengan tetap mencari penumpang untuk naik kendaraan tanpa tiket,”terang Murza.
Penerapan yang terkesan semrawut dan merugikan pengguna jasa untuk penumpang kendaraan, membuat PT ASDP, Organisasi Gabungan Angkutan Darat (organda) serta berbagai pihak yang terkait dengan terminal dan jasa angkutan di terminal Pelabuhan Bakauheni berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan.
Puluhan personil polisi dari Polres Lampung Selatan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bahkan berjaga dengan membentuk barikade untuk mengarahkan penumpang ke loket pembelian tiket terpadu ke berbagai arah di Sumatera.
“Kita terapkan kebijakan agar calon penumpang segala jenis kendaraan untuk memiliki tiket terpadu agar ketertiban dan jaminan ongkos bisa lebih pasti dibanding tanpa tiket,”ungkap Murza.
Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan, sistem tersebut sudah lama disepakati dan dibahas oleh berbagai pemangku kepentingan. Instansi terkait tersebut diantaranya Organda, Dishub serta beberapa pihak. Bahkan penandatanganan nota kesepahaman terkait rencana itu sudah dilakukan pada pertengahan tahun 2015 lalu, namun baru bisa diterapkan pada awal Februari 2016.
“Kita lakukan berbagai penataan lokasi, evaluasi serta kesepakatan dengan berbagai pihak untuk penerapan terminal terpadu ini untuk memberi kenyamanan berbagai pihak terutama pengguna jasa pelabuhan yang akan menggunakan jasa kendaraan setelah turun dari kapal,”ungkap Heru Purwanto.
Sistem pelayanan terminal terpadu, pertama diterapkan pada Pelabuhan laut di Indonesia. Penataan dan pembangunan yang sejalan dengan pembangunan loby e-ticketing kapal Rol on Roll Off (Roro) tersebut pun mendapat respon berbeda dari beberapa pihak baik dari pengguna jasa pelabuhan maupun penyedia jasa kendaraan travel.
“Sistem itu sangat bagus untuk kenyamanan penumpang, kami juga sebagai sopir travel tak perlu lagi kesulitan mencari penumpang dan mengeluarkan biaya ekstra untuk pencari penumpang, ” ungkap Heru.
Sistem tersebut pun disambut positif oleh para pelaku penyedia jasa angkutan terutama sopir bus, travel lintas Bakauheni-Rajabasa Bandarlampung.  Salah satu sopir travel, Amri, sopir travel plat kuning mengatakan penertiban tersebut tetap memiliki sisi negatif dan positif. Secara positif sopir tak perlu berebut mencari penumpang karena penumpang sudah membeli tiket sesuai tujuan masing masing. Namun dengan sistem antrian atau urutan maka dalam sehari jika bisa mengangkut dua tiga kali penumpang maka akan sulit tercapai.
“Kami kan kejar setoran, kalau sistem tersebut diberlakukan takutnya nanti sulit ngejar setoran lagi. Tapi kita lihat saja nanti sambil berjalan apakah akan lebih baik dari sekarang atau tidak, ” ungkap Amri.
Sistem yang diterapkan PT ASDP merupakan jawaban dari kesemrawutan yang terjadi saat angkutan mudik dan balik lebaran. Heru Purwanto berharap sistem tersebut akan semakin menekan ketidaknyamanan penumpang yang baru turun dari kapal dan menjadi “rebutan” para pencari penumpang. Tak hanya menjadi menjadi rebutan bahkan sebagian penumpang ada yang menjadi korban pencopetan dan pencurian barang akibat semrawutnya pintu keluar dari gangway kapal.
Heru mengungkapkan, saat ini ada sekitar 9 perusahaan travel, 22 perusahaan bus yang beroperasi di lintas Terminal Pelabuhan Bakauheni hingga ke Terminal Rajabasa Bandarlampung. Jumlah tersebut bahkan masih bisa bertambah saat musim angkutan liburan dan hari raya.
Sementara itu secara tekhnis penjualan tiket terusan tersebut oleh beberapa perusahaan angkutan akan dijual di kapal Roro dari Merak ke Bakauheni dengan loket loket khusus. Penumpang yang sudah membeli tiket di kapal saat turun di pelabuhan Bakauheni akan dijemput oleh masing masing travel sehingga tak perlu mengantri lama.
Penerapan sistem terminal terpadu tersebut menurut salah satu penumpang, Amir (32) sangat menguntungkan dan menyerupai pembelian tiket di Bandara. Sistem tersebut baginya lebih memudahkan karena harga sudah ditetapkan dalam tiket sehingga tidak ada celah bagi oknum tak bertanggungjawab mencarikan kendaraan dengan harga yang lebih mahal dan lebih terjamin dari segi keamanan.
Kabagops Polres Lampung Selatan, Kompol Yustam yang ditemui di Bakauheni mengaku Polres Lampung Selatan mengerahkan puluhan personil di pintu keluar kapal untuk memberi kenyamanan bagi para calon penumpang kendaraan. Yustam mengaku keluhan dari pihak Organda terkait banyaknya penumpang yang tidak membeli tiket membuat penerapan tiket terpadu tidak berjalan dengan baik.
“Banyak oknum yang memanfaatkan celah untuk menarik penumpang tanpa membeli tiket terpadu dan ini sangat merugikan bagi Organda, polisi diminta mengamankan kebijakan yang sedang dijalankan ini agar berjalan dengan baik,”ungkap mantan Kapolsek Natar tersebut.
Selain mengamankan pelaksanaan tiket terpadu, pengerahan anggota polisi di Pelabuhan Bakauheni tersebut ungkap Yustam dilakukan untuk memberi keamanan serta mencegah penyelundupan barang barang terlarang serta narkoba yang dibawa penumpang pejalan kaki yang akan naik dan turun dari kapal.
Puluhan polisi dengan sebagian bersenjata lengkap tersebut dari pantauan Cendana News terbukti efesien mencegah para calo penumpang masuk ke area pintu keluar dari kapal.
Para penumpang dari kapal sebagian sudah mulai diarahkan ke loket terpadu terkecuali penumpang yang sudah dijemput dan menggunakan jasa ojek. Sementara para calo tiket yang beroperasi di pintu keluar dihalau oleh anggota polisi agar tidak mengganggu calon penumpang yang akan mencari kendaraan.
Lihat juga...