SABTU, 19 MARET 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
KENDARI — Hari libur waktu paling ditunggu-tunggu oleh sekelompok anak yang biasa membersihkan kuburun. Mulai jam 08.00 sampai 16.00 Wita sudah berada di area Pemakaman Punggolaka, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
![]() |
| Ardi CS |
“Kalau hari libur, pagi sudah di sini sama teman-teman. Masing-masing bawa alat, seperti pacul, sapu, parang dan sabit. Ada yang bawa air minum,” ungkap Ardi, salah seorang tukang bersih kubur.
Ardi yang baru duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar dibantu beberapa rekannya mencari uang jajan di atas tanah kuburan. Caranya, bila ada keluarga yang menjenguk kuburan lalu hendak membersihkan, tapi tidak membawa peralatan. Maka Ardi Cs inilah yang menawarkan jasa membersihkan.
Soal balas jasa, Ardi Cs tidak memasang tarif harga. Tergantung kerelaan pihak keluarga yang dibersihkan kuburannya.
“Ada yang biasa kasih Rp 50 ribu, ada juga Rp 100 ribu. Hasilnya kita bagi-bagi sama teman yang kerja,” jelas Ilham, teman Ardi yang saat ini baru duduk di kelas 4 SD.
Dari hasil kerja membersihkan kuburan, biasanya Ardi Cs membawa pulang uang ke rumah rata-rata Rp.40 ribu. Uang tersebut sebagian diberikan kepada orang tuanya, sebagian lagi dipakai beli jajan atau membeli buku sekolah.
Sambil menunggu orderan membersihkan kubur, Ardi Cs bermain di lorong-lorong pekuburan tanpa ada perasaan takut. Mereka malahan biasa berteduh di atas kuburan yang mempunyai atap rumah-rumahan.
Jika hari-hari biasa, Ardi Cs biasanya datang di lokasi Pekuburan Umum Punggolaka, setelah pulang sekolah.
“Kalau sekolah mulai pagi sampai jam 12 siang. Habis itu pulang ke rumah makan, jam 1 siang kita sudah di pekuburan menunggu,” beber Ardi.
Lokasi Pekuburan Punggolaka yang terletak di wilayah Kecamatan Puwatu, merupakan Pekuburan Umum Kota Kendari. Pekuburan ini ditangani oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Kendari.
Meski tempat ini terbilang menyeramkan. Namun ternyata bagi Ardi Cs, justru sumber untuk mendapatkan uang jajan. Selain mendapatkan uang dari hasil membersihkan kuburan, teman Ardi juga menyiapkan bunga yang biasa ditaburkan di atas kubur.
Harga bunga tabur Rp 5.000 per kantong. Lalu ada juga yang menyiapkan air yang biasa dipakai untuk menyiram batu nisan kuburan. Harganya Rp 2.000 per botol isi 1,5 liter. Nah ada juga yang menjual bensin botol. Hanya saja Ardi Cs tidak membawa bensin botol dalam jumlah banyak, tapi hanya 1 botol.