Menikmati Sensasi Mi Aceh Ditanah Asalnya

MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : Fadhlan Armey / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Mie aceh, dengan rasa rempah yang menggoda menjadi salah satu kuliner yang diburu, baik lokal maupun nasional. Mi kuning yang disajikan dengan cara digoreng atau berkuah tersebut akan memiliki sensasi sendiri jika dinikmati di daerah asalnya.
Mie aceh
Di Aceh, hampir disemua warung kopi terdapat penjual mie aceh. Selain digoreng atau dibuat berkuah, kedalam mi aceh juga sering ditambahkan berbagai macam seafood seperti udang, kepiting, tiram, kerang, dan cumi.
“Selain udang, kepiting, cumi-cumi, juga sering pakai berbagai macam daging, misal daging lembu, daging kambing hingga daging rusa,” ujar Abubakar, salah seorang penjual mie aceh, kepada Cendana News, Minggu (20/3/2016).
Disebutkan, biasanya ditambahkannya biji ganja kedalam mie aceh. Bukan untuk memabukkan, namun sebagai penambah nikmat. Namun, karena dilarang, saat ini hampir tidak ada penjual mi goreng yang menggunakannya lagi.
“Karena tidak diperbolehkan jadi sudah hampir nggak ada yang pakai,” katanya.
Sambil menikmati kopi, tak ada salahnya anda mencicipi sajian pedas khas Aceh tersebut. Mie aceh mudah dijumpai dimana saja, namun hanya dibeberapa lokasi tertentu, mi ini dibuat dengan racikan khusus dan memiliki citarasa yang khas.
Lihat juga...