MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : Fadhlan Armey/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di wilayah Keuskupan Sufragan Tanjungkarang Provinsi Lampung, mulai memasuki pekan suci (Semana Santa) yang diyakini sebagai pekan sebelum perayaan Hari Raya Paskah. Pekan Suci diawali dengan perayaan Minggu Palma untuk mengenang peristiwa Yesus Kristus masuk ke Kota Yerusalem.
![]() |
| Perayaan Pekan Suci |
Dalam tradisi umat Gereja Katolik, Minggu Palma merupakan perayaan yang digelar di setiap gereja sebagai pembuka pekan suci. Prosesi dimulai dengan melakukan perarakan dari luar gereja yang dilanjutkan masuk ke dalam gereja untuk menjalani perayaan ibadah dengan membawa daun daun palma yang telah diberkati. Perarakan dilakukan oleh pastor paroki diikuti pembaca alkitab, misdinar serta ratusan umat yang mengikuti prosesi Minggu Palma.
Selain itu, ciri khas liturgi gereja pada pekan suci diawali Minggu Palma ditandai dengan warna ungu sebagai simbol masa sengsara mengenang Yesus Kristus yang memasuki kota Yerusalem diarak sebagai raja sebagai masa awal menuju kesengsaraan hingga saat disalib pada Jumat Agung.
Usai Minggu Palma, umat katolik akan menjalani Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci atau Sabtu Sepi. Pekan suci akan diakhiri pada Minggu Paskah yang dikenang sebagai kebangkitan Yesus Kristus.
Pemimpin ibadah Minggu Palma, Rukun Haryoto saat memimpin perayaan ibadah di gereja Santo Petrus dan Paulus Kecamatan Penengahan Lampung Selatan mengatakan, Minggu Palma, tidak hanya sekadar untuk mengenang masuknya Yesus Kristus ke Kota Yerusalem.
“Gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dalam perayaan Minggu Palma, tetapi juga untuk mengenang kisah sengsara Yesus yang dimulai dari perayaan Kamis Putih sampai Minggu Paskah,” ungkap Rukun Haryoto dalam kotbahnya, Minggu (20/3/2016).

Ia menuturkan, dalam tradisi Gereja Katolik, saat Minggu Palma, umat melakukan prosesi daun palma (melambai-lambaikan daun palma), dilanjutkan dengan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus dalam Kitab Injil.
“Memang kisah-kisah ini akan dibacakan ulang dalam liturgi Jumat Agung, akan tetapi pemaknaannya berbeda,”ungkapnya.
Pembacaan kisah sengsara Yesus oleh pemimpin ibadah dan lektor (pembaca kitab suci) dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa kematian-Nya di kayu salib.
Seperti diyakini dalam tradisi Gereja Katolik, umat yang telah memperoleh daun-daun palem yang telah diberkati, akan membawanya ke masing-masing keluarga untuk dipasang di dinding atau pintu rumah sebagai pengingat akan pekan suci. Daun palma yang tersimpan sebagian akan dibakar dan abunya akan dipergunakan sebagai penanda untuk Rabu Abu, yang merupakan awal memasuki masa PraPaskah yang merupakan masa 40 hari menjelang Hari Raya Paskah.
Perayaan pekan suci umat Katolik di Lampung khususnya Lampung Selatan dirayakan disejumlah gereja di Keuskupan Tanjungkarang, diantaranya gereja Santa Maria Tridharmayoga, Gereja Santo Kristoforus Bakauheni, serta beberapa gereja lain.
Dalam rangka Pekan suci yang dijalani umat Kristiani tersebut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Kabagops Polres Lampung Selatan Kompol Yustam menyabutkan, proses pengamanan dilakukan dalam rangkaian kegiatanm terutama saat perayaan Hari Raya Paskah.
“Kita siagakan sejumlah personil untuk pengamanan paskah dan malam paskah yang dirayakan umat Kristiani khususnya di wilayah hukum Polres Lampung Selatan”ujarnya.
Sejumlah gereja yang diamankan selama perayaan pekan suci diantaranya di wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan. Kompol Yustam memastikan sejumlah personil polisi akan diterjunkan untuk mengamankan jalannya prosesi hari raya Paskah dan selama pekan suci yang akan dijalani oleh umat Kristiani.

Pantauan Cendana News, di gereja Santo Petrus dan Paulus umat Katolik dari beberapa wilayah diantaranya Desa Klaten, Desa Pasuruan serta sebagian dari wilayah Sumbersari sudah memadati gereja sejak pagi untuk melakukan perayaan Ekaristi Minggu Palma yang dirayakan setahun sekali sebagai pembuka pekan suci tersebut. Daun-daun Palma disediakan di halaman gereja sebelum diberkati oleh pastor dan dibagikan kepada umat.