SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
PONTIANAK — Lahan sempit itu berbujur lurus dengan sebuah rumah bagian belakang. Terpal berwarna biru ada di atas kolam mini. Itulah gambaran kolam mini ternak bibit ikan lele milik Asmuyi (28) di Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
![]() |
| Kolam mini milik Asmuyi di belakangan pekarangan rumah |
Saat ditemui di kolam miliknya, ia menceritakan, bahwa bisnis bibit tenak bibit ikan lele sudah 5 tahun ditekuninya. Kala itu, ia hanya mencoba satu kolam ikan. Tanpa dikira, hasilnya lumayan.
Berangkat dari itulah, ia meminjam uang Rp.10juta pada keluarganya. 6 bulan kemudian, uang pinjamannya berhasil dikembalikan.
“Awalnya saya tidak mengira jadi begini. Sekarang keuntungan dari hasil penjualan bibit ikan lele sebulan Rp.19 juta. Itu sudah bersih,” ujarnya, Jumat (4/3/2016) .
Kolam miliknya, kini sudah berjumlah enam berukuran mini. Ia enggan menambah lebih banyak, karena akan merepotkannya.
“Cukup enam saja kolamnya. Rejeki sudah diatur oleh Allah SWT,” ucapnya pria yang berasal dari Jawa yang merantau ke Kalimantan sejak 10 tahun lalu.
Dari hasil keuntungannya itu, ia bisa membeli tanah dan rumah di Kabupaten Cilacap.Ia bersyukur bisa memberikan uang lebih pada keluarganya. Karena, ia belum menikah alias lajang. Namun, gigihnya mencari rejeki di lahan sempit di Kota Pontianak justru membuahkan hasil.
Namun demikian, ia enggan memiliki anak buah untuk membantu usahanya itu. Lahan sempit itu milik orang lain yang ia sewa per tahunnya Rp.5 juta.

Setiap pagi, memberikan umpan berupa pelet dan sisa bekas makanan. Pelet yang dibelinya 10 karung seberat 50 kilogram. Sementara sisa bekas makanan ia kumpulkan dari warga. Ia tak segan-segan atau malu meminta sisa bekas makanan dari komplek perumahan Ujung Pandang itu.
Setipa bulan, bibit lele ludes terjual, berdasarkan pengakuan pembeli, bibit lele miliknya kualitasnya bagus.
“Gak pernah mati walaupun dibawa keluar kota. Cukup pakai plastik dikasih air dan oksigen, bibit ikan lelenya hidup semua,” katanya.
Dalam satu kolam berisi bibit lele berukuran telunjuk tangan berjumlah puluhan ribu. Itu hanya butuh waktu 30 hari dipanen, dan dijual kembali pada pelanggan tetapnya.
“Satu kolam berisi 10ribu bibit ikan lele,” ucapnya.