Menhub Tolak Keinginan Adhi Karya Jadi Operator LRT

SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Potensi mega proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan di seputar wilayah Ibukota Jakarta yang sedang dikerjakan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menarik minat salah satu pengembang untuk menjadi operator.
Direktur Utama PT. Adhi Karya, Kriswodarmawan
Keinginan yang kuat tersebut diutarakan PT. Adhi Karya (Persero) yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu BUMN dan ikut dalam pembangunan sarana dan prasarananya. 
Disebutkan, dalam mengoperasikan LRT, PT. Adhi Karya (Persero) siap bekerjasama dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Bahkan pihaknya sudah menyiapkan anggarannya.
“kita pada prinsipnya siap bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), sesuai dengan porsi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, kita siapkan anggaran sebesar 30 % dari keseluruhan total investasi LRT,” kata Direktur Utama PT. Adhi Karya, Kriswodarmawan seusai rapat di Kemenko Bidang Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (4/3/2016).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ignasius Jonan
Menyikapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ignasius Jonan menolak keinginan dari PT. Adhi Karya dan menyerahkan sepenuhnya, kepada PT. KAI (Persero).
“Kita semua tahu kalau Adhi Karya itu sejak dulu sampai sekarang hanya berpengalaman di bidang konstruksi, mereka belum berpengalaman sama sekali, maka saya tegaskan tidak boleh, biar KAI saja yang menjadi operator LRT,” kata Ignasius Jonan.
Rute yang akan dilalui LRT, antara lain Cawang-CIbubur PP, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas PP, Cawang-Bakasi Timur PP, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan PP, Cibubur-Bogor PP dan Palmerah-Bogor PP.
Lihat juga...