Informasi Bocor, Pengebom Ikan Sulit Ditangkap

KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE — Banyaknya mata-mata atau informan yang ada di masyarakat khususnya di pesisir pantai selatan menyebabkan pihak keamanan sulit menangkap para pelaku pengebom ikan. Setiap kali aparat keamanan hendak patroli dan melakukan penangkapan, kapal pengebom ikan sudah mengetahuinya.
Pengeboman ikan yang dilakukan di pesisir pantai selatan di wilayah desa Sikka kecamatan Lela
“Pasti ada mata-mata karena kalau kita kesana mereka tidak ada, saya penasaran juga pasti ada masyrakat sekitar yang juga terlibat dan memberikan informasi. Berarti ada yang membocorkan informasi kepada para pengebom,” ungkap Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi kepada Cendana News, Kamis (21/3/2016).
Kalau pengebom dari luar daerah tidak bekerjasama dengan masyarakat sekitar, pasti saat aparat keamanan berada disana mereka tidak mengetahui. 
“Tapi kenyataannya, saat kami tiba para pengebom sudah mengetahuinya sehingga mereka tidak melakukan akitifitas pengeboman,”sebutnya. 
Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi
Danlanal menghimbau agar masyarakat pesisir pantai bisa bekerja sama dengan memberikan informasi kepada aparat keamanan dan dinas Kelautan dan Perikanan bila menemukan aktifitas pengeboman dan mengenal pelakunya.
Kepala desa Sikka, Ignasius Riwu da Lopez yang ditemui Cendana News Rabu (30/3/2016) membenarkan adanya pengeboman ikan di pantai yang masuk di wialayah desanya. Dikatakan, pengeboman dilakukan hampir setiap hari dan sudah mulai dilakukan di pesisir pantai dimana dahulunya hanya di tengah laut.
“Kami takut soalnya kalau kami tegur mereka ancam akan melempari kami dengan bom. Kami sudah sampaikan ke aparat polsek Lela dan Dinas Kelautan dan Perikanan namun belum ada tangggapan,” ungkap Ignasius.
Ignasius menambahkan, dirinya pernah menegur para pengebom namun mereka beralasan bahwa pekerjaan mereka hanya dengan cara melakukan pengeboman. Dengan memakai cara tersebut, tutur Ignasius meniru ucapan pelaku pengebomanan, ikan yang didapat bisa lebih banyak dan dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
“Saya pernah menegur namun mereka mengatakan pekerjaan mereka seperti itu dan kami juga tidak berani menangkap mereka,” tutur Ignasius.
Lihat juga...