Gerabah Banyumulek, Kerajinan Desa Wisata yang tak Lagi Berjaya

MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

LOMBOK — Selain hasil kerajinan ketak di Desa Beleka Kabupaten Lombok Tengah, hasil kerajinan yang terkenal di Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah, kerajinan Gerabah, Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat.
Salah satu hasil kerajinan masyarakat
Masyarakat Desa Banyumulek selama sekian puluh tahun dikenal dan hampir sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai pengerajin gerabah dalam berbagai jenis, bentuk dak ukuran. Mulai dari kendi, ceret, bejana, piring maupun beberapa jenis gerabah lain sesuai pesanan.
“Dulu sebagian warga Desa Banyumulek, merupakan pembuat kerajinan gerabah, tapi sekarang sudah mulai berkurang dan beralih profesi jadi buruh tani maupun bangunan,” kata Ibrahim, Kadus Dasan Tawar yang juga pengerajin gerabah, Desa Banyumulek kepada Cendana News, Minggu (27/3/2016).
Banyaknya warga yang beralih profesi dari pengerajin gerabah ke profesi lain, tidak terlepas dari pasaran hasil kerajinan yang belakangan mulai lesu. Terutama pasca kasus bom Bali pada 2001, pasaran hasil kerajinan seakan mati.
Bisa dimaklumi, karena seperti halnya hasil kerajinan ketak, hasil kerajinan gerabah Desa Banyumulek juga banyak dipesan dan dipasarkan oleh sejumlah pengusahan maupun CV dari Bali dalam jumlah besar.
“Dulu sebelum bom Bali pada 2001, wisatawan asing hampir setiap hari berdatangan ke Desa Banyu Mulek menggunakan bus, baik sekedar berwisata maupun memesan hasil kerajinan gerabah dalam jumlah besar,” tutur Ibrahim.
Nuraini, pengerajin gerabah lain mengenang bagaimana kejayaan masyarakat Desa Banyumulek sebelum kasus bom Bali, tidak ada warga yang menganggur, remaja dan pemuda semua ikut terlibat dan kebgian berkah hasil kerajinan gerabah, mulai dari membuat sampai menghias gerabah, semua kebagian pekejaan dan tidak ada yang mengnggur.
Dikatakan, dulu bagi warga Desa Banyumulek, memegang dan mendapatkan uang 300 sampai 500 ribu, dari aktivitas membuat kerajinan gerabah sangat mudah, tapi sekarang susah, banyak CV yang dulu berjaya, kini sudah gulung tikar, karena pesanan sudah tidak sekencang dulu.
“Bom Bali tahun 2001 seakan menjadi akhir kejayaan masyarakat Desa Banyumulek sebagai pengerajin gerabah dan semenjak saat itu banyak warga yang ahirnya terpaksa beralih profesi,”sebutnya.
Ditengah kelesuan pasaran hasil kerajinan gerabah sekarang ini, Nuraini bersama pengerajin gerabah Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok. Barat lain masih menyimpan mimpi dan harapan,  kejayaan yang dulu bisa kembali lagi dengan peran serta pemerintah mengencangkan promosi.
Lihat juga...