SENIN, 1 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ishak Kusrant
MANADO—Tarian cakalele yang merupakan salah satu tarian daerah yang berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Tarian tersebut harus terus dikembangkan-dilestarikan agar bisa bersaing dengan budaya luar yang masuk ke Manado pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berjalan sejak awal 2016.
![]() |
| Tarian cakalele bersama dengan Dir Binmas Polda Sulut |
Hal ini ditegaskan oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado Drevy Malalantang saat di temui Cendana News pada Minggu (31/01/2016). Menurut Malalantang saat ini banyak potensi daerah yang bisa bersaing dengan negara lain, khususnya negara yang turut berperan dalam MEA. Salah satunya adalah tarian Cakalele, yang merupakan tarian perang untuk menyambut tamu saat mengadakan iven atau kegiatan besar di daerah serta acara adat.
“Tarian cakalele itu unik dan hanya ada di Manado, Minahasa dan Maluku, kalau dilestarikan bisa mengangkat potensi daerah khususnya dalam bidang pariwisata sehingga bisa bersaing dengan negara lain dalam MEA,” tegas Malalantang pada Minggu (31/01/2016).
Malalantang mengisahkan, saat berkunjung ke Amurang banyak warga Turki yang merupakan kru dari kapal MVPP Zeynep Sultan berfoto bersama penari cakalele, dan mereka langsung mengirim ke rekan mereka melalui media sosial, itu artinya mereka sangat menyukai tarian daerah, sehingga menjadi daya tarik tamu dan wisatawan.