MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Wakil Gubernur. Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga politisi senior Partai Golongan Karya (Golkar) NTB, Muhammad Amin ternyata memiliki kenangan dan kesan tersendiri semenjak masih muda hingga sekarang tentang sosok almarhum Presiden ke-2 RI, Soeharto.
![]() |
| Wakil Gubernur yang juga politisi senior Partai Golkar NTB, Muhammad Amin |
Kenangan paling berkesan dan masih teringat jelas diingatan pria kelahiran Kabupaten Sumbawa NTB ini adalah bagaimana saat masyarakat NTB dilanda krisis pangan tahun 80, masyarakat demikian kesulitan mendapatkan pangan.
“Jangankan untuk dijual seperti sekarang, untuk dimakan saja waktu itu susah sekali mendapatkan, akhirnya masyarakat saat itu terpaksa makan apa saja yang ada” tutur Amin kepada Cendana News, Minggu (7/1/2016)
Amin mengungkapkan, krisis pangan di NTB baru bisa teratasi tahun 82 pada masa pemerintahan Presiden Soehato dengan Gubernur NTB waktu itu Gatot Suherman dengan menerapkan pola tanam gugur ancah atau biasa dikenal dengan pola tanam Gora.
Mungkin bagi masyarakat luar apalagi wisatawan mancanegara tidak banyak yang tahu kenapa NTB disebut bumi gora. Nama bumi gora sendiri diambil dari nama pola tanam gugur ancah yang berhasil diterapkan pemerintahan Presiden Soeharto dengan Gatot Suherman sebagai Gubernur NTB waktu itu.
Atas keberhasilan pola tanam gugur ancah itu pula, lanjut Amin, nama Gora diabadikan menjadi nama kantor Gubernur yang dituliskan di bagian depan dan lambang padi yang ditanam dengan Gora di halaman depan pintu masuk kantor Gubernur NTB. Nama Gora juga diabadikan menjadi nama salah satu lapangan dan monumen di taman Udayana Kota Mataram.
“Semenjak pola tanam Gora ditemukan, masyarakat tidak pernah mengalami krisis pangan, hasil panen selalu melimpah dan berkat pola tanam gora pula, NTB ditetapkan sebagai salah satu penyumbang swasembada pangan nasional hingga sekarang dan pola tanam Gora juga tetap digunakan masyarakat untuk menanam padi,”sebutnya.
Lebih lanjut mantan Ketua dan anggota DPRD NTB selama sepuluh tahun tersebut menambahkan, keberhasilan NTB sebagai salah satu daerah penyumbang pangan nasional dengan hasil melimpah setiap tahun tidak terlepas dari jasa besar dari jasa dan ide kreatif Gatot Suherman sebagai Gubernur NTB waktu itu dan Pak Harto sebagai Presiden
“Prestasi NTB paling gemilang di bidang swasembada semenjak pola tanam Gora ditemukan, NTB tercatat pernah mendapatkan penghargaan bidang pangan dari Badan pangan dunia, WHO di Roma dan sejak itulah hingga sekarang, NTB menjadi jaya dalam bidang swasembada pangan nasional,” tutup Amin.
Amin sendiri termasuk politisi senior Partai Golkar NTB dan tercatat pernah menjabat Ketua dan anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi NTB selama sepuluh tahun. Amin tercatat sudah aktif di Golkar semenjak masih mahasiswa dengan bergabung dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan orang tua dari Amin yang saat itu Kepala Desa, merupakan angkatan pertama yang masuk partai. Golkar di Pulau Sumbawa.