JUMAT, 29 JANUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Turmuzi
MATARAM—Selain faktor cuaca, berupa angin kencang dan gelombang air laut seperti musim hujan sekarang ini, peralatan melaut dan menangkap ikan yang masih sederhana. menjadi salah satu penyebab tindak maksimalnya hasil tangkapan.
![]() |
| Salah satu perahu milik nelayan di Tanjung Karang, Mataram, NTB |
Amirun, nelayan asal Tanjung Karang, Kota Mataram mengatakan, hingga saat ini penangkapan ikan masih menggunakan perahu kecil yang terbuat dari kayu dan jala pun juga sudah tua dan banyak bagian yang mulai rapuh. Kondisi seperti ini menjadikan hasil tangkapan tidak maksimal, seadanya saja.
“Tidak bisa berharap mendapatkan ikan banyak bagi nelayan tradisional seperti kami, karena saat melaut peralatan hanya seadanya saja. dan semua peralatan sudah berumur, terutama jaring yang telah banyak berlobang” kata Amirun di Mataram, Jum’at (29/1/2015)
Sehingga pendapatan dari melaut tidak bisa dijadikan satu-satunya tumpuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sungguh pun demikian, Amirin mengatakan ia dan teman-temannya tetap saja melaut karena mereka sadar jika tidak melaut (menganggur) keadaan ekonomi akan semakin parah. Untuk itu, ia pun mengajarkan kepada istrinya agar belajar mandiri dengan membuka usaha kecil-kecilan demi menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara menurut Dadang, kondisi semakin diperparah dengan cuaca seperti sekarang ini karena dengan perlengkapan seadanya, sangat tidak memungkinkan untuk melaut. “Cuaca seperti sekarang, nelayan memilih tidak melaut karena perlengkapan yang kami punya tidak memadai,” pungkasnya.