Penyebaran DBD Mengkhawatirkan, Pegawai Puskesmas Lampung Selatan Lakukan Bersih Lingkungan

JUMAT, 29 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Aktifitas bersih lingkungan selama musim hujan semakin digalakkan seiring dengan semakin banyaknya warga yang terkena penyakit demam berdarah. Selain masyarakat, aktifitas membersihkan lingkungan juga menjadi tugas petugas kesehatan tanpa terkecuali di Pusat Kesehatan Masyarajat (Puskesmas) yang merupakan rujukan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan serta berbagai keluhan penyakit lain. Aktifitas bersih lingkungan dilakukan oleh Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung di sekitar area Puskesmas. 


Salah satu pegawai Puskesmas Kecamatan Penengahan, Alex (33) saat dikonfirmasi mengungkapkan aktifitas yang biasa dilakukan oleh para petugas Puskesmas baik pegawai administrasi,paramedis serta pegawai Puskesmas lain diantaranya olahraga dan dilanjutkan dengan kegiatan bersih lingkungan.
“Aktifitas rutin ini setidaknya bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Puskesmas baik berupa sampah organik maupun sampah non organik dan dilakukan oleh semua pegawai Puskesmas,”ungkap Alex saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (29/1/2016).
Ia mengungkapkan saat ini aktifitas bersih lingkungan masih menjadi agenda rutin Puskesmas yang berada di jantung ibukota Kecamatan Penengahan sekaligus di lintasan Jalan Lintas Sumatera tersebut. Beberapa pegawai seusai melakukan aktifitas olahraga senam di halaman Puskesmas yang terletak di sebelah bangunan rawat inap langsung melakukan aktifitas bersih bersih.

Beberapa alat kebersihan diantaranya serok sampah, kotak sampah, kantong plastik, sapu pun digunakan. Setelah sampah terkumpul beberapa sampah dibakar agar tidak menumpuk di sekitar Puskesmas. Banyaknya volume sampah yang terkadang terbawa aliran air dari selokan langsung dibersihkan agar air tak menggenang dan menjadi sarang nyamuk.
Sebelumnya Puskesmas Rawat Inap Penengahan melakukan aktifitas pengasapan (fogging) di Desa Banjarmasin akibat salah satu warga terserang Demam berdarah dengue (DBD).  Menurut kepala Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Penengahan, Herwin SKM proses pengasapan dilakukan oleh petugas dari bagian penyakit menular yang melakukan pengasapan di rumah penderita serta di sebagian rumah warga lain yang untuk mencegah penularan penyakit DBD.
“Kita lakukan pengasapan di rumah warga lain dengan radius sekitar seratus meter dari rumah penderita DBD positif agar penularan penyakit demam berdarah bisa dilokalisir dan tidak berimbas kepada warga lainnya yang berada di lingkungan penderita yang sudah positif terkena demam berdarah,”ungkap Herwin.

Kepada warga lain yang tidak terkena penyakit demam berdarah, Herwin mengungkapkan agar melakukan proses menjaga kebersihan lingkungan diantaranya menguras bak mandi, menutup lubang, mengubur barang barang bekas  atau mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu ia menghimbau agar selama musim penghujan warga bisa rajin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan terutama selokan tegenang atau kaleng-kaleng bekas yang berserakan. Selain itu masyarakat dihimbau agar lebih menjaga daya tahan tubuh diantaranya dengan rajin mengkonsumsi makanan bergizi atau multivitamin.
Ia juga menghimbau warga agar mengikuti anjuran petugas kesehatan tentang pencegahan penyakit demam berdarah, diantaranya memperhatikan kondisi lingkungan dan kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang suatu saat bisa menggigit atau menginfeksi virus dengue.
Mengikuti anjuran melaksanakan gerakan 3 M: Menutup rapat-rapat bak mandi agar tidak menjadi sarang nyamuk dan air tidak menjadi penampungan hasil tetas nyamuk, Menguras bak mandi setidaknya satu minggu sekali untuk menjamin kebersihan bak mandi, dan Menimbun barang tak terpakai seperti kaleng atau wadah kosong yang memungkinan menjadi tempat tergenang air (pot, vas bunga, ember, dan sebagainya) agar nyamuk tidak bertelur di dalamnya.
Lihat juga...