Panglima TNI : Berdemokrasi Sesuai Pancasila Maka Kemakmuran dan Keadilan Terwujud

JUMAT, 29 JANUARI 2016
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Adista Pattisahusiwa

JAKARTA—Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan pentingnya mewaspadai ancaman berat yang dihadapi NKRI pada masa yang akan datang.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 

“Selain krisis pangan akibat membeludaknya jumlah penduduk, ancaman bagi Indonesia pada masa mendatang adalah penguasaan sumber daya alam (SDA),” Ujar Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/01/2016).
Gatot menyarankan untuk Masyarakat, agar selalu memahami apa sebenarnya ancaman bangsa Indonesia kedepan. “ini penting untuk memberikan warning (peringatan) bagi generasi muda, bahwa kedepan bangsa ini seperti apa,” Ungkapnya
Dikatakan, yang ditakuti oleh negara-negara lain itu bukan tentaranya tapi rakyatnya, karena apabila rakyatnya bersatu maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi suatu Negara.
Ia menyampaikan bahwa di masa yang akan datang bangsa Indonesia menghadapi ancaman yang berat, yaitu membludaknya jumlah penduduk dunia, dimana saat ini jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 milliar jiwa. Dalam penelitian idealnya, bumi ini hanya mampu menghidupi 3-4 milliar penduduk.
“Nah, Dengan semakin membludaknya jumlah pertumbuhan penduduk dan habisnya cadangan energi minyak bumi  pada tahun 2043, maka akan menyebabkan krisis pangan dunia”, paparnya
Ada banyak cara, yang dilakukan negara asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia, salah satu cara yaitu dengan membuat Proxy War ( perang yang terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti). Saat ini sudah terasa adanya Proxy War dan kita harus waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Caranya yakni, pihak asing menguasai media di Indonesia dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan narkoba sudah jauh-jauh hari diterapkan”, ungkapnya
Menurut Panglima, ancaman NKRI adalah melalui Proxy War, atau perang melalui berbangsa dan bernegara, khususnya perang melalui berbagai kehidupan berkeluarga.
Lebih Lanjut, Panglima TNI menjelaskan, terkait pergeseran peta konflik dunia pada masa depan, diprediksi seiring dengan habisnya sumber energi fosil, konflik yang terjadi berlatar belakang penguasaan energi fosil, maka konflik masa depan akan bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator.
Gatot menyebut, Kondisi geografis Indonesia yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya maka Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan.
Gatot menambahkan, Agar NKRI ke depan tidak memburuk, karena kehabisan sumber energi hayati, pangan, dan sumber air.
“Maka, Kita harus kembali menjalankan dan mengamalkan Pancasila dari sila pertama sampai kelima dengan benar, berdemokrasi sesuai dengan Pancasila maka kemakmuran dan keadilan akan bisa terwujud di NKRI” Tutupnya
Lihat juga...