SABTU,30 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor : Gani Khair / Sumber foto : Ebed De Rosary
MAUMERE—Sebanyak 12 ibu hamil dan 17 bayi yang berada di dua posko pengungsi Egon di kantor camat Mapitara dan Pasar Natakoli hingga seminggu dievakuasi belum mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal. Selain tidur bergabung bersama para pengungsi lain, ibu hamil dan balita juga tidak diberikan kelambu dan susu ataupun vitamin.
![]() |
| Maria Vinsensia Diti pengungsi Egon bersama bayinya yang berusia dua bulan |
Maria Vinsensia Diti asal Lere yang ditemui di lokasi pengungsian Pasar Natakoli, Jumat (29/01/2016) mengatakan, sejak berada di pengungsian dirinya bersama anak perempuannya yang berumur dua bulan belum diberikan makanan tanbahan seperti susu dan telur ayam. Selain itu,dirinya bersama anak-anak tidur beralas terpal di lantai semen dan baru pada hari Rabu (27/01/2016) dibagikan kasur.
“Kami belum diberikan susu dan makanan tambahan lain. Saya takut anak saya terserang penyakit karena sudah banyak orang di tenda yang terserang flu, demam dan diare,”ujar Maria.
Maria Asinta pengungsi lainnya yang ditemui di posko pengungsian pun mengeluhkan hal senada. Para ibu hamil dan bayi seharusnya mendapat pelayanan yang lebih karena mereka rentan terserang penyakit.
![]() |
| Bayi dan balita di posko pengungsian Egon di pasar Natakoli |
Maria berharap agar tenaga kesehatan bisa berkoordinasi dengan BPBD Sikka untuk memeriksa ibu-ibu hamil dan bayi agar bisa diberikan susu yang tepat sebagai tambahan gizi.
“Harus diperiksa kesehatan dulu baru diberikan susu. Kemarin ada yang bagi susu pada pengungsi tapi banyak yang mual dan diare sehabis minum susu. Jadi harus diperiksa dulu apakah cocok untuk diberikan kepada bayi, ibu hamil, balita dan lansia yang perlu mendapat prioritas”harapnya.
Antonius R da Cunha, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, yang ditemui Cendana News di kantornya Jumat (29/01/2016) mengatakan,seharusnya ibu hamil,bayi. balita dan lansia sudah diberikan susu dan telur ayam sebagai tambahan gizi. Dinas Kesehatan sebutnya harus sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan bila diperlukan maka secepatnya diberikan.
![]() |
| Posko pengungsian Egon di Pasar Natakoli Kecamatan Mapitara |
“Kesehatan yang mendata dahulu anak-anak harusnya diberikan telur. Selama ini tidak diberikan padahal seharusnya sejak pertama dicek dan diberikan,”ungkap Anton sapaanya.
Ditambahkan Anton, Tagana yang bertugas di dapur umum pernah memasak sayur daun singkong dicampur dengan kacang hijau namun pengungsi tidak mau makan. Pengungsi lebih memilih makan sayur sesuai keinginan dan kebiasaan makan mereka setiap hari.

