![]() |
| Ketua Bahasa Isyarat Indonesia ( Bisindo ) kota Semarang, Indira Ulina Girliana |
SEMARANG — Memperingati Hari Tuna Rungu Internasional, Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia ( Gerkatin ) Kota Semarang akan menggelar long march dari Hotel Santika Premiere di Jalan Pandanaran dan berakhir di depan Patung Kuda Jalan Diponegoro dengan 150 peserta pada Minggu, tanggal 25 Oktober 2015.
Ketua Bahasa Isyarat Indonesia ( Bisindo ) kota Semarang, Indira Ulina Girliana menjelaskan, acara ini terbuka untuk umum, selain itu juga akan diadakan quiz bahasa isyarat untuk umum, kecuali penyandang gangguan pendengaran, kemudian juga ada lomba mewarnai gambar kategori Sekolah Dasar Kelas 1 – 3. Yang terakhir lomba menggambar dengan tema ” Ayo Belajar Bahasa Isyarat ” untuk kategori Sekolah Dasar kelas 4 – 6.
Biaya pendaftaran untuk peserta umum Rp. 15.000 / orang, sedangkan untuk kaum difabel dikenai biaya Rp. 10.000 / orang. Sementara untuk tempat pendaftaran di Rumah Pintar ABK Gangguan Pendengaran EFATA, Jalan Lemah Gempal V – 14 Semarang, kemudian di Cafe Pusat Informasi Publik ( PIP ) Jalan Pemuda, Komplek Balai Kota Semarang dan di sekolah masing – masing.
” Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi kepada warga masyarakat umum tentang bahasa isyarat, agar bisa memahami kaum difabel,”ungkapnya .
Ira, begitu nama panggilan akrabnya menambahkan dalam tulisannya, dia menghimbau agar warga masyarakat luas dapat menerima dan menghargai kaum difabel, terutama tuna rungu, sehingga sama – sama bisa hidup berdampingan bersama selayaknya dan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama.
SELASA, 20 Oktober 2015
Jurnalis : Eko Sulestyono
Foto : Eko Sulestyono
Editor : ME. Bijo Dirajo