![]() |
| Tukang reparasi sedang memperbaiki pompa yang rusak |
LAMPUNG — Musim kemarau panjang yang masih melanda wilayah Lampung menyebabkan penyusutan debit air. Dan hal ini sangat menyulitkan masyarakat dikarenakan air tidak dapat disedot lagi dengan panjang pipa sebelumnya. Namun jika memperpanjang pipa juga akan menimbulkan masalah baru, yakni mesin pompa cepat panas akibat ‘dipaksa’.
Kondisi tersebut membuat warga di sebagian wilayah Lampung terutama di Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur memanfaatkan jasa reparasi atau perbaikan mesin pompa. Keterbatasan waktu dan skill yang tak dimiliki warga membuat Udin (34) memilih menggunakan jasa perbaikan mesin pompa yang sudah mahir dan terbukti bisa memperbaiki mesin pompa hingga bisa digunakan untuk menyedot air.
“Air di sumur saya disedot dengan mesin pompa namun dalam sepekan ini sudah tak digunakan karena korsleting dan besar kemungkinan akibat panas saat dipaksa menyedot air,maka saya panggil tukang reparasi mesin pompa,”ungkap Udin kepada media Cendananews.com di Labuhan Ratu Lampung Timur, Kamis (22/10/2015).
Udin mengaku masih belum memiliki uang lebih untuk membeli mesin pompa baru, sehingga upaya pertama dilakukan dengan memanggil tukang pompa yang bisa memperbaiki. Ia berencana membeli mesin baru jika memang mesin pompa yang diperbaiki tak bisa dipergunakan lagi dan ia sudah memiliki biaya. Namun ia mengaku percobaan pertama saat mesin pompa diperbaiki sudah mampu kembali menyedot air yang dipergunakannya untuk keperluan mandi serta mencuci sepanjang musim kemarau yang sulit air ini.
“Kalau pengalaman warga lain tukang perbaiki mesin pompa yang saya panggil memang cukup ahli dan banyak yang memanfaatkan jasa mereka jadi saya ikuti saran tetangga saya,”ungkapnya.
Pemilik jasa perbaikan pompa yang sedang melakukan perbaikan, Somad (35) dan Jupri (40) mengaku ketiban rejeki pada musim kemarau seperti ini. Ketiban rejeki yang ia maksud akbat selama musim hujan bahkan musim kemarau juga membuat banyak warga yang memanggilnya atau membawa mesin pompa yang rusak untuk diperbaiki. Somad mengaku, ia memperbaiki mesin pompa cukup besar milik Udin yang memiliki kedalaman sumur sekitar 15 meter. Mesin tersebut tak bisa lagi digunakan karena ada kerusakan pada rotor penggerak sehingga harus digantid engan yang baru.
“Rata rata mesin pompa yang saya perbaiki memang mengalami kerusakan ringan tapi karena pemilik tidak mengerti kelistrikan dan seluk beluk mesin pompa, jalan satu satunya meminta saya memperbaikinya,”terang Somad kepada CDN.
Somad mengaku jika sedang panen orderan,di bengkel miliknya ia bisa mendapat pesanan perbaikan sekitar 5-6 mesin pompa. Mesin tersebut bukan hanya dari sumur atau untuk pengairan tetapi juga ada yang digunakan untuk tambak atau untuk penambang pasir. Ia mengaku bahkan dalam kondisi ramai ia bisa mendapat pesanan perbaikan hingga 20 mesin pompa.
Tarif untuk melakukan perbaikan pompa, lanjutnya berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp150 ribu tergantung kerusakan yang ada. Sementara untuk melakukan tukar tambah, Somad mematok harga Rp.200 ribu.
Somad mengakui menekuni keahlian reparasi tersebut sejak tahun 1990, dengan beberapa pelanggan sampai ke Labuhan Ratu, Mataram Baru bahkan hingga ke Lampung Selatan di daerah pematang pasir.
Sementara rekannya Jupri, memiliki keahlian dalam melakukan penyuntikan sumur. Penyuntikan sumur menurut Jupri merupakan istilah untuk memperdalam sumur dengan tekhnik menambah pipa di dalam sumur untuk menambah besarnya mata air yang ada di dalam sumur. Ia mengaku musim kemarau ini sering mendapat permintaan warga untuk menyuntik sumur.
“Kalau kondisi sumurnya masih bisa dilakukan penyuntikan maka akan saya tangani tapi ada juga yang sudah maksimal dan tidak bisa dilakukan penyuntikan,”ungkap Jupri.
Penyuntikan tersebut membuat debit air di sumur warga lebih bisa maksimal dan deras. Biaya penyuntikan diungkapkannya sesuai dengan tingkat kesulitan dan kedalaman sumur yang ditanganinya. Satu sumur ia mematok harga Rp.360ribu-Rp.600ribu dengan menggunakan sistem perjanjian.
“Jika tidak mengalirkan air maka biaya akan dikurangi dengan waktu kerja yang sudah saya lakukan sebab terkadang tetap ada kendala meski sudah disuntik air juga tetap tidak maksimal,”ungkapnya.
Kedua warga yang menekuni perbaikan mesin pompa dan penyuntikan sumur tersebut mengaku berharap musim penghujan segera turun. Sebab musim kemarau mengakibatkan banyak warga harus membeli air bersih. Sebagian bahkan harus membeli dengan harga cukup mahal sebesar Rp.75ribu per 1000liter. Pantauan Cendana News, Udin bahkan sudah menyiapkan puluhan galon air bersih untuk persediaan masak, mandi dan mencuci selama mesin pompa diperbaiki sambil menunggu bisa digunakan lagi.

KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo