Dampak El Nino, Air Sumur Warga di Surabaya Menyusut Drastis

Penyedotan air menggunakan pompa
SURABAYA — Puncak El Nino yang menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah di Indonesia mulai dirasakan oleh warga Surabaya. Sumur yang biasa mereka gunakan cepat sekali kering.
Suyanto (66 tahun) warga Mulyorejo, Surabaya mengungkapkan, Sumur yang sudah berpuluh tahun dia gunakan, baru kali ini mengalami kekeringan.
“Biasanya air di sumur penuh, sekarang tinggal seperempat saja,”terangnya kepada Cendana News, Selasa (06/10/2015).
Selain itu, di daerah Ponorogo petani juga mulai mengeluhkan kesulitan air. Jika ingin cepat mengairi lahannya, petani harus pagi-pagi buta memasang dieselnya.
“Kalau sudah siang, aliran airnya mengecil. Jadi lebih lama mompa airnya, rugi di solarnya,” terang Widodo (56 tahun) warga Desa Bungkal, Ponorogo.
Selain itu, penempatan diesel pun harus dibuatkan seperti sumur sedalam 1-2 meter, agar keluarnya air maksimal dan diesel tidak cepat usang.
“Harus dibuatkan lubang dulu, kalau tidak nanti susah ngangkat air dieselnya,”terang bapak tiga orang anak ini.
Harapannya musim hujan segera tiba, agar ia tidak perlu memakai diesel lagi untuk pengairan sawahnya. Dan sumur yang biasa dipakai warga terisi penuh kembali.
SELASA, 06 Oktober 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...