
LAMPUNG — Kurang dari sepekan, dua penumpang kapal Roll on Roll Off (Roro) terjun dan jatuh dari kapal di Perairan Selat Sunda Lampung. Satu penumpang bernama Sobari Setiawan (34) terjun dari kapal Nusa Agung di dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni pada Selasa (1/9). Selang dua hari pada Kamis malam (3/9) seorang penumpang kembali terjun dari Kapal Motor Penumpang Jatra II di dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni.
Jika pada kejadian pertama korban jatuh ke laut diketahui identitasnya yakni Sobari warga Desa Kebanaran, Kecamatan Madiraja, Kabupaten Banjar Negara, Jawa Tengah, sempat menenggelamkan diri hingga tak terlihat.
Menurut Frenandes, seorang saksi mata, Sobari saat itu tengah berdiri di sampingnya. Namun, tiba-tiba korban langsung terjun ke laut.
Petugas yang berupaya mengangkatnya dari tengah Selat Sunda pun kewalahan. Tindakannya sempat menghambat proses evakuasi. Korban yang terkesan enggan untuk dinaikkan ke kapal akhinya berhasil dievakuasi petugas meski dengan cara paksa.
Sementara kejadian serupa terjadi pada Kamis malam (03/09/2015) yang diketahui dari petugas cleaning service KMP jatra II, salah satu penumpang dengan ciri ciri mengenakan baju merah kotak kotak, tinggi 164 centimeter, membawa tas kecil terjun dan tenggelam ke laut dan hingga kini belum ditemukan, namun titik koordinat korban terjatuh dipastikan berada di sekitar Pulau Dua dan Pulau Kelapa sekitar 30 menit setelah kapak bertolak dari Pelabuhan Bakauheni.
“Kami sudah melakukan penyisiran dari lokasi korban terjatuh dan menyusuri beberapa pulau di perairan Selat Sunda namun korban belum ditemukan,”ungkap Akri, ketua tim Basarnas Lampung saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Jumat (04/09/2015).
Akri mengungkapkan, mendapat laporan adanya penumpang kapal Roro yang terjun dan tenggelam di sekitar Pulau dua dan Pulau Penjurit tadi malam dan baru meluncur ke lokasi pagi ini. Berbekal informasi dari keterangan crew kapal Jatra II tersebut Basarnas Lampung dengan sebanyak 7 personil dikerahkan menggunakan rubber boat untuk melakukan pencarian.
“Pencarian tahap pertama sudah kami lakukan siang ini dan direncanakan sore nanti kita akan lakukan penyisiran ke sekitar pulau Penjurit dan Pulau dua,” ungkapnya.
Sebelumnya terkait keselamatan kapal, Kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni, Sunaryo mengungkapkan kejadian terjatuhnya penumpang dari kapal murni kecelakaan. Namun ia memastikan selama ini seluruh kapal ferry di Bakauheni-Merak selalu memiliki prosedur keselamatan dan bahkan alat alat keselamatan yang lengkap.
“Setiap kapal selalu kami beri himbauan dan di setiap kapal masing masing ada himbauan baik secara tertulis dan bahkan melalui lisan di speaker yang ada di kapal terkait larangan serta tata cara keselamatan kapal,”ujar Sunaryo.
Himbauan keselamatan tersebut bahkan diberikan dalam bentuk simulasi penggunaan life jacket, pelampung, serta cara cara keselamatan yang diberikan oleh Anak Buah Kapal (ABK). Selain itu di setiap kapal kebijakan pengamanan kapal melibatkan anggota polisi dari Polres Lampung Selatan dan juga anggota TNI baik AD maupun AL.
“Selain keamanan pengguna jasa pelayaran dalam hal keselamatan di laut juga kita melibatkan petugas keamanan di dalam kapal yang melibatkan petugas keamanan. Termasuk himbauan sederhana jangan berdiri di pagar kapal,”ujar Sunaryo.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni AKP Ferya Kurniawan. Ia mengungkapkan sejauh ini pihak KSKP Bakauheni tetap dilibatkan dalam pengamanan kapal dan hal tersebut sesuai kebijakan masing masing pemilik kapal. Sebab menurut penuturannya masing masing kapal sudah memiliki petugas keamanan untuk keselamatan penumpang. Apalagi terkait insiden yang diduga merupakan upaya percobaan bunuh diri penumpang kapal.
“Kami selama ini diminta untuk pengamanan kapal selama pelayaran namun tidak semua kapal karena itu tergantung kebijakan masing masing kapal apakah akan meminta pengamanan dari polisi atau cukup dari ABK kapal bersangkutan,”ungkap Ferya Kurniawan.


JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo