Pasar Poncol, Pasar Menengah Kebawah yang Dihantui Relokasi

JAKARTA — Jika ingin mencari barang-barang yang sulit didapatkan maka Pasar Poncol Jakarta Pusat adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Berada tepat ditengah Jalan Bungur besar dan Jalan Kalibaru Timur,  Pasar Poncol bukanlah pasar loak biasa,  karena disana menawarkan semua barang dari batu akik sampai perabotan rumah tangga dengan spesialisasi kondisi 85-90% layak pakai.
Pasar Poncol ada sejak tahun 1965, mulai dikenal khalayak luas pertengahan 1969, maka pada tahun 1969 Pasar Poncol dibina oleh Pemkot Jakarta Pusat sampai sekarang. Dan saat ini pembinaan dipegang khusus oleh Sudin Koperasi UMKM-P Jakarta Pusat.
Barang-barang yang dapat kita temukan di pasar poncol adalah berbagai jenis sepatu,  busana kasual, jaket kulit,  kaset,  CD dan Piringan hitam,  peralatan musik, peralatan rumah tangga,  aksesoris handphone,  sparepart otomotif,  pompa air sekaligus sparepart,  sepeda sekaligus sparepart, handphone bekas berbagai merk,  radio ht dan sparepart,  ditambah batu akik.
Ubay,  pedagang sepatu dan busana asal Sumatera Barat mengatakan ia melanjutkan usaha orangtua yang dulunya juga menjual sepatu.

“Pedagang disini rata-rata turun-temurun usahanya, ” ujar Ubay singkat.
Tahun 2013 pernah ada wacana relokasi dari Gubernur DKI kala itu yaitu Joko Widodo, namun ditentang oleh ratusan pedagang Pasar Poncol.

“Sekmen pasar kami adalah menengah kebawah, bahkan kebanyakan masyarakat kelas bawah, lalu jika dipindah ke Pasar Senen sesuai keinginan Jokowi maka yang bangkrut itu kami bukan dia. Jadi kami tentang relokasi usulan Jokowi dan kami berhasil,” kenang Ubay.
Sekarang ini pasaran agak sepi di pasar poncol. Menurut para pedagang itu ditengarai semakin menjamurnya pengusaha-pengusaha bermodal besar yang membanting harga barang tertentu yang masih baru disamakan dengan harga barang tersebut di Pasar Poncol. Contohnya DVD film original baru kemasan asli,  di Carrefour Central Park Jakarta Barat diobral seharga 25,000 rupiah,  sedangkan di pasar poncol seharga 50,000 rupiah dengan kondisi barang 90% layak pakai/bekas.

“Tapi kami tidak takut, rejeki sudah diatur Tuhan, kita manusia harus tetap bekerja keras, itu saja, ” ucap Ucok,  seorang calo DVD film di Pasar Poncol.
Bagaimanapun keadaannya,  masyarakat tahu bagaimana dan apa saja barang yang ada di Pasar Poncol. Hal ini yang membuat pasar ini akan selalu dikunjungi.

RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...