![]() |
| Pasar Puni Ruteng yang sepi aktivitas |
FLORES — Aktivitas dagang di Pasar Puni Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, hingga saat ini tampak masih sepi peminat. Minimnya transaksi jual-beli merupakan faktor utama yang membuat banyak pedagang belum berani memanfaatkan tempat ini untuk berjualan. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah pedagang, Thomas, Valens, Fransiskus Sole, Mikhael Onto dan Sayful, Rabu (23/09/2015).
Semua kios yang ada di pasar tersebut, kata Thomas, sudah dikontrak oleh para pedagang. Terkait dengan masih banyaknya kios yang selarang belum dipakai, dirinya mengklaim, hal tersebut disebabkan oleh tingkat transaksi jual-beli yang masih rendah. “Kendala utamanya itu sepi, selain karena mungkin orang masih kumpul-kumpul modal,” ungkapnya kepada Cendana News.
Di tempat terpisah, Valens dan Sole, menuturkan, minimnya aktivitas transaksi telah membuat keduanya seringkali harus merugi akibat terjadi kerusakan barang dagangan. “Yang kami alami selama ini selalu sepi. Lihat, banyak sayur dan lombok yang kering begitu saja. Tidak ada yang beli. Sudah begitu ‘kan, bayar pajak tetap jalan terus, walaupun barang kami tidak ada laku,” celoteh Valens dan Fransiskus.
Akibat keadaan sepi pembeli yang belum ada ujungnya, banyak para pedagang di pasar ini terpaksa harus ‘guling tikar’ pula. Hanya ada sebagian kecil pedagang yang memilih tetap bertahan karena tidak ada lagi pilihan lain. Juga karena ada yang sudah terlanjur meminjam modal usaha di pelbagai lembaga keuangan setempat.
“Selama ini sudah banyak yang kita lihat sudah guling tikar dari sini. Mereka tidak tahan lagi jual di sini. Kalau kami, ya mau bilang apa? Mau bagaimana lagi? Apalagi macam kami ini, petugas tagih dari koperasi juga terus kejar kita. Dari koperasi harian. Tetap kami hancur jadinya,” tutur Fransiskus dibenarkan Valens dan Sayful.
Sementara itu, disampaikan oleh Mikhael Onto, seorang penjual daging, pemerintah sebenarnya telah berjanji untuk menata pemanfaatan pasar ini berdasarkan jenis barang dagangan. Namun, sejauh ini hal tersebut belum ada perwujudannya. Semestinya, kata dia, pemerintah antara lain perlu menindak tegas para penjual ikan yang sudah kembali berjualan di tempat yang oleh pemerintah sendiri sudah dilarang.
“Tidak terlalu sepi begini bagian kitanya ini kalau jangan lagi ada orang yang jual ikan di pinggir jalan dan ada satu titik di Pasar Ruteng. Di situ ‘kan tidak boleh, tapi ‘kan banyak orang yang tetap jual di situ. Pemerintah juga biarkan saja to,” ujar Mikhael.
Pantauan Cendana News, banyak kios di pasar ini tampak masih tutup. Hanya ada kurang lebih tiga kios yang terlihat masih melayani transaksi walaupun di sisi lain jarang ada pembeli yang datang. Keadaan lebih sepi legi terlihat di area yang informasinya telah diwacanakan untuk menjadi pojok kuliner. Tampak tidak ada satu pun aktivitas kuliner di sini. Kemudian di tempat penjualan sembako, sejumlah stan tampak sudah tidak digunakan.

RABU, 23 September 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Foto : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo