Kemarau Pengaruhi Produktivitas Kelapa Sawit di Lampung

Petani sedang membersihkan dahan sawit
LAMPUNG — Kemarau dengan curah hujan minim mempengaruhi produktivitas sawit atau crude palm oil (CPO) di Provinsi Lampung. Bahkan sebagian pohon yang lokasinya jauh dari sumber air meranggas daunnya dan mulai kering.
Salah satu pemilik tanaman kelapa sawit di Desa Sumberwangi Kecamatan Sragi, Udin (36) menyebutkan, sebagian besar tanaman sawit miliknya memang masih berbuah, namun kuantitas tandannya menurun.
“Musim kemarau ini membuat buahnya kecil kecil dan bobotnya menurun sehingga harus rajin memberi pupuk dan merawatnya agar bisa panen,”ungkap Udin saat ditemui Cendana News di kebun miliknya, Minggu (27/09/2015).
Selain produktivitas yang menurun, harga untuk perkilogramnya hanya mencapai Rp.450, padahal saat harga sedang bagus bisa mencapai Rp.1200 hingga Rp.1500 perkilogram. 
Hal senada juga disebutkan salah satu ketua Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Kelap sawit di Sragi, Johansyah. Dia memastikan penurunan produksi kelapa sawit tidak diikuti dengan kenaikan harga.
“Tren pasar biasanya seperti itu namun justru sebaliknya harga tidak cenderung naik dan tetap turun,”ungkap Johansyah.
Penurunan hasil produksi sawit menurut Johansyah disebabkan karena faktor cuaca. Kurangnya pasokan air berpengaruh langsung pada pertumbuhan bunga dan buah.
“Biasanya disebabkan oleh faktor cuaca, akibatnya produksi kelapa sawit sulit terdongkrak,”terangnya.
Lain halnya dengan Udin, salah satu pemilik kebun kelapa sawit di Desa Gandri Jamhuri, memilih membongkar tanaman sawit miliknya karena produktivitas yang terus menurun. Ia menebang dan membakar tanaman sawit miliknya dan berencana akan menggunakan lahan tersebut untuk menanam tanaman jagung yang lebih cepat panen. 
Selain jagung ia bahkan bersiap akan menanam tanaman pisang karena tanaman sawit yang sebelumnya diharapkan lebih menghasilkan tetapi lebih lama masa panennya.
Hasil panen
MINGGU, 27 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...