Kapolda NTB: Paslon Pilkada Diminta Tidak Korbankan Masyarakat

MATARAM — Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serntak bulan Desember semakin dekat, persaingan antar pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah di delapan Kabupaten Kota Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan akan berlansung ketat dengan tensi tinggi melibatkan Paslon, pendukung dan simpatisan dari masyarakat.
“Gesekan antar pendukung dan simpatisan Paslon Bupati maupun Walikota selama pelaksanaan Pilkada rawan terjadi, melibatkan tensi tinggi yang setiap saat bisa saja meledak, karena itu kepada semua Paslon diharapkan betul bisa menahan diri, jangan sampai mengorbankan masyarakatlah,”kata Kapolda NTB, Unar Septono di Mataram, Jum’at (4/8/2015).
Keamanan dan kondusifitas daerah tentu menjadi tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi tanggungjawab aparat keamanan semata, persaingan antar Paslon dalam setiap pelaksanaan Pilkada termasuk di NTB sudah biasa, tapi jangan sampai persaingan tersebut merusak persaudaraan antar sesama, lebih-lebih masyarakat.
“Kasihan masyarakat, terutama mereka yang tidak tahu apa-apa harus dikorbankan demi kepentingan politik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Umar menambahkan, untuk pengamanan Pilkada serentak di NTB, Polda NTB telah menerjunkan pasukan sebanyak 2.033 untuk membackup semua Polres di NTB tempat dilangsungkannya Pilkada serentek bulan desember mendatang.
Dari delapan Kabupaten Kota yang akan melaksanakan Pilkada, lanjut Umar, tiga daerah, yakni Kota Mataram, Kota Bima dan Dompu akan mendapatkan atensi khusus terkait pengamanan selama Pikada berlansung, karena dinilai sangat rawan.
JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...