| Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman |
JAYAPURA — Sebanyak 14 sampel DNA jenazah korban pesawat Trigana Air ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 yang jatuh, Minggu (16/08/2015) lalu telah berada di laboratorium forensik Mabes Polri, sejak Sabtu (22/08/2015).
Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol dr.Ramon Amiman mengatakan, Sabtu lalu telah terkirim sampel DNA 14 jenazah. Sedangkan, lanjutnya, data pembanding yang telah diterima Tim DVI sebanyak 39 sampel.
“Besok dibawa lagi sampel DNA korban yang telah diambil sejak Sabtu tanggal 22 Agustus hingga hari ini. Sampel itu berbeda dengan 14 sampel yang dikirim sebelumnya. Termasuk dengan sampel data pembanding dari keluarga korban,” kata Amiman usai konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (24/08/2015).
Hingga kini, lanjutnya, sampel DNA dari seluruh korban telah diambil, tersisa data pembanding dari keluarga korban, yang masih kurang. Namun, dikatakan Amiman, jenazah yang dapat teridentifikasi kemungkinan besar ada tujuh dan sisanya akan di tes DNA ke Jakarta.
“Data pembanding ini kami ambil dari keluarga kandung korban, jadi kami perbanyak. Kami harap, besok kalau bisa seluruh sampel keluarga untuk data pembanding sudah masuk. Kemungkinan kami dapat identifikasi 7 korban, yang kami lakukan nanti pendalaman kembali, sedangkan sisanya akan di tes DNA ke Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, hasil DNA dapat diketahui sekitar satu minggu, jikalau tidak ada halangan. Kesemuanya itu, dapat dipastikan dengan cara membandingkan data sampel yang diberikan keluarga korban. “Tapi kalau ada halangan, bisa sampai dua hingga tiga minggu,” katanya.
SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo