![]() |
| Penjual cenderamata di Wisata Air Tirta Gangga |
DENPASAR – Cinderamata adalah salah satu bisnis sebagai mata pencaharian penduduk asli sekitar Taman Wisata Air Tirta Gangga, Karangasem, Bali. Satu-Satunya toko Cinderamata milik Putu Suarbawa dan Kadek Ayu sudah berdiri sejak tahun 1960, dimana mereka berdua adalah generasi ketiga yang mewarisi usaha dagang turun-temurun ini.
Berbagai pencapaian serta kendala sudah mereka lalui bersama. Dan salah satu ciri khas dagangan mereka adalah Cinderamata hasil kreatifitas penduduk desa sekitar Taman Wisata Tirta Gangga. Sehingga harga yang ditawarkan kepada wisatawan juga cenderung murah tanpa membedakan baik itu lokal maupun asing.
“Pesan ayah kami sebelum menyerahkan pengelolaan sekaligus kepemilikan usaha ini kepada kami, angkat hasil-hasil kreasi penduduk sekitar, dan jangan bedakan harga kepada pembeli,” tutur Kadek Ayu di daerah setempat, Senin (8/6/2015).
Ciri khas cinderamata disini adalah gelang, kalung, suling, tabuh, serta alat-alat mainan bunyi-bunyian lainnya. Hal ini disebabkan letak geografis Desa Abang, Taman Wisata Tirta Gangga yang dikelilingi perbukitan. Maka alat musik merupakan media yang banyak dijadikan mainan anak-anak sekitar tempat ini.
Untuk meningkatkan penjualan, maka Kadek dan Putu juga menarik pedagang-pedagang cinderamata asongan yang berjualan keliling di sekitar tempat wisata sebagai rekanan. Mereka kerapkali menitipkan barang dagangan kepada pedagang keliling tersebut. Jika laku maka mereka setorkan uang modal pembeliannya, sedangkan keuntungan diambil oleh pedagang.
“Selama ini semua lancar, dan saya senang karena kita semua disini dapat menikmati hasilnya bersama-sama sebagai sebuah keluarga besar yang senasib sepenanggungan,” urai Putu Suarbawa.
Harapan kedepan dari Kadek dan Putu, kakak beradik ini adalah, cinderamata hasil kreasi penduduk asli Desa Abang, Karangasem dapat semakin berkembang dan dikenal ke mancanegara.


——————————————————-
Senin, 8 Juni 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-