Ritual Budaya Merti Desa ‘Mbah Bergas’ di Sleman, Yogyakarta.


CENDANANEWS (Sleman) – .Kecamatan Seyegan kabupaten Sleman mengadakan merti desa ‘Mbah Bergas’. Acara budaya ini dalam rangka peringatan jasa sesepuh desa Margoagung, Eyang Bergas.

Acara ini didukung seluruh warga baik dari anak usia sekolah Taman Kanak-kanak hingga generasi yang sudah tua. Sesuai adat Jawa, setiap acara ritual budaya tak pernah lepas dari Gunungan.
Kepala Desa Margo Agung R Edi Yulianto. Dalam amanat upacara pembukaan mengatakan “Ini adalah Budaya leluhur tanda penghormatan kepada sesepuh cikal bakal desa Margo Agung Mbah Bergas. Budaya ini harus kita lestarikan sebagai anak cucu mbah Bergas” ujar Edi Yulianto dalam bahasa jawa
Ada dua gunungan yang disediakan dalam acara merti desa ini. Gunungan Lanang (laki-laki) yg disebut Gunungan Pari dalam Merti Dusun Mbah Bergas berisi padi dan Gunungan Putri yang disebut Wulu Wetu dalam Merti Dusun Mbah Bergas yang berisi sayuran.

Kirab ini dimulai pukul 15.00 WIB. Kirab dilakukan dengan menyusuri jalanan di desa Margo Agung. Berbagai ‘Bregodo’. Barisan prajuruit berpakaian adat Jawa Yogya meraamaikan prosesi ini. 
Ada yang unik dari rombangan kirab budaya ini yaitu Bregodo Brewok dari Gondang Margoagung Seyegan . Seluruh anggota kirab dari bregodo ini berwarna hitam dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Di lumuri oleh cat hitam.

“Ini bregodo brewok, cikal bakal kami dari daerah ponorogo yang sudah menetap di Margo Agung, jadi kami masih memakai kostum ponorogo” kata Parman.
Dari sekian pasukan kirab bregodo, tampak pula pasukan ‘Srikandi’ lengkap dengan senjatanya panah. Dan di rombongan terahir adalah 50 gerobak yang di tarik oleh Sapi. Acara ritual budaya ini di tutup nanti malam dengan pagelaran wayang kulit. Adapun dalangnya adalah Ki Gondo Suharno.
—————————————————————
Lihat juga...