Museum House of Sampoerna Sarana Pengetahuan Tentang Tembakau

CENDANANEWS (Surabaya) – Salah satu dari deretan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya yaitu Museum House of Sampoerna. Museum ini dibangun di kawasan Kota Tua Surabaya buka setiap hari mulai pukul 09.00-22.00 WIB tanpa dikenakan biaya tiket maupun parkir. Pengunjung dimanjakan dengan sapaan ramah dari satpam maupun petugas yang berada di dalam museum. 
Saat memasuki ruangan kita dapat mencium aroma cengkeh & tembakau yang menyengat. Ruangan-ruangan di museum dilengkapi dengan AC dan sangat bersih, sehingga membuat pengunjung merasa sangat nyaman. Fasilitas lain yang disediakan oleh pengelola yaitu toilet umum, ruang pamer galeri seni dan terdapat cafe.
Salah satu pengunjung yang berasal dari Mojokerto menuturkan suasana museum sangat menyenangkan. ” Untuk mengisi liburan, kami sekeluarga jalan-jalan di Surabaya lalu tertarik dengan museum sampoerna ini” ungkap Dio (13 tahun). Selain sebagai tempat wisata tempat ini sebagai sarana pengetahuan kepada anak-anak tentang tembakau. 
Museum House of Sampoerna menempati bangunan tua buatan tahun 1864 yang memiliki 2 buah lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai tempat pameran dan lantai kedua berfungsi sebagai tempat penjualan souvenir. Bangunan di lantai pertama terdiri dari 3 buah ruangan. 
Ruangan pertama berisi replika warung sederhana milik pendiri PT. Sampoerna yaitu Lim Seeng Tee dan istrinya, Siem Tjian Nio. Juga terdapat tembakau terbaik dari berbagai daerah yang dijadikan bahan baku rokok. Kemudian terdapat koleksi 2 sepeda tua, replika tempat penyimpanan tembakau, alat pengolah tembakau sederhana, dan properti ruang kerja. 
Ruangan kedua berisi koleksi foto-foto keluarga serta direksi PT HM Sampoerna dari masa ke masa. Selain itu terdapat buku mengenai tembakau dan koleksi alat pemantik rokok. Ruangan ketiga terdapat koleksi alat dan bahan untuk meracik rokok serta replika warung rokok. 
Koleksi lainnya yaitu peralatan marching band. Marching band binaan Sampoerna memiliki prestasi hingga ke internasional namun Desember 1991 marching band ini resmi dihentikan. Beranjak ke lantai kedua, pengunjung dapat menemukan berbagai merchendise Sampoerna.

——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...