![]() |
| Puskesmas Way Urang |
CENDANANEWS(Lampung) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda Lampung Selatan Provinsi Lampung akan mempelajari dan mendalami kasus pembangunan bangunan fisik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa Way Urang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan yang baru 1 tahun sudah mengalami kerusakan yang cukup serius.
“Nanti akan kita pelajari dan dalami dulu kasusnya, maka saya belum mau berkomentar banyak,”kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Kalianda Anton Nur Ali, SH mendampingi Kajari Yuni Daru Winarsih, SH, M.Hum, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2015).
Terkait kerusakan pembangunan Puskesmas yang baru berusia setahun tersebut bahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akan segera meninjau bangunan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Way Urang Kecamatan Kalianda yang dibangun pada tahun 2013 lalu. Dimana pembangunannya diduga asal-asalan sehingga banyak mengalami keretakan pada banguanan Puskesmas tersebut.
Selain itu, pihak DPRD juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk meminta sejauh mana pertanggung jawaban rekanan dalam pembangunan Puskesmas Way Urang.
“Secepatnya kita akan rapatkan dengan ketua komisi,”ungkap Ahmad Muslim, Wakil Ketua Komisi C. DPRD Lamsel.
Pembangunan Puskesmas Way Urang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan kondisinya cukup memprihatinkan, dimana banyak ditemukan dinding retak, sudut dinding terbelah dan lantai mengalami jebol serta palfon mengalami ambrol padahal bangunan tersebut baru dibangun sekitar 1 tahun yang lalu dengan menggunakan dana APBD Tahun 2013 dengan pagu senilai sebesar Rp. 812 juta rupiah.
Akibat bangunan kurang berkualitas plafon Puskesmas Way Urang pernah mengalami ambrol, beruntung pada saat itu tidak ada yang tertimpa.
Menurut salah satu staf yang namanya enggan disebutkan namanya di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, bangunan ini sudah satu tahun dibangun, namun sudah banyak yang rusak.
“Ini baru dibangun setahun, tapi kondisinya mengkhawatirkan, belum lama ini plafon bagian depan ambrol, lalu kami perbaiki dengan anggaran yang ada yang semestinya ini belum waktunya dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Dikatakan, mereka mengkhawatirkan pada bagian-bagian lainnya ikut mengalami hal yang sama karena dilihat dari kondisi bangunan kurang kokoh.
“Bangunannya seperti inilah adanya mas yang lebih mengkuatirkan terjadi ambrol lagi di ruangan praktek nanti kalu tertimpa pasien gimana ” tuturnya.
Sementara Kepala Bidang Informasi Dinas Kesehatan Lampung Selatan Suwignyo saat di mintai keterangan tentang pekerjaan pembangunan tersebut mengatakan itu bagian teknis.
“Soal nama rekanan, yang mengetahuinya juga bagian teknis ,” ujar Wignyo
Disisi lain Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel Sumedi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada saat itu berdalih dengan alasan faktor alam. Ia pun mengatakan pihaknya tidak mengurangi Rencana Anggaran Belanja (RAB) bangunan itu tapi kemungkinkan bangunan yang baru jadi itu diduga mengalami kerusakan karena faktor kondisi alam.
Diakuinya pembangunanya pada saat itu menggunakan dana dari pusat yang ditender melaui APBD Tahun 2013 itu ada 2 puskesmas yaitu Puskesmas Way Urang dan Puskesmas Haji Mena Kecamatan Natar.
“Jadi pada saat itu anggaran rehab berat namun kami alihkan menjadi bangunan baru dengan masing masing bangunan senilai Rp. 812 juta rupiah,”kata Sumedi.
Ia menambahkan kondisi rusaknya bangunan Puskesmas tersebut kemungkinan karena timbunan kurang padat maka terjadi pondasi bergeser lalu mengalami keretakan dan belah pada dinding bangunan.
“Jadi kalau ada yang menduga bahwa kami telah mengurangi speck, silahkan saja tapi itu tidak benar, hanya saja karena kondisi timbunan tanah,” tandasnya.

——————————————————-
Selasa, 26 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-