Museum Malang Tempo Doeloe

Musium Malang Tempo DoeLoe

CENDANANEWS (Malang) – Satu lagi destinasi wisata yang bisa dikunjungi bagi anda yang ingin lebih dalam mengenal sejarah tentang Malang. Berlokasi di Jalan Gajahmada 2 Kota Malang tidak jauh dari Balaikota Malang terletak sebuah museum Museum Malang Tempo Doeloe. Di dalam museum ini para pengunjung di ajak untuk berpetualang menelusuri Sejarah Malang.
“Museum Malang Tempoe Doeloe ini bukan milik pemerintah, namun murni milik pribadi dan mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2012” jelas Dwi Cahyono sang pemilik museum kepada Cendana News. Meskipun baru dibuka tahun 2012, namun ide dan pengumpulan data serta barang yang ada di museum ini sudah dilakukannya sejak tahun 1996.
Berawal dari kegemarannya sejak kecil mengumpulkan dan mendisplay barang-barang yang memiliki nilai sejarah khususnya sejarah tentang Malang, Cahyono kecil memiliki keinginan untuk memiliki museum yang berkaitan dengan sejarah Malang. Dan baru pada tahun 2012 dia dapat mewujudkan keinginannya tersebut dengan membuat Museum pribadai yang diberi nama Museum Malang Tempo Doeloe.
Museum Malang Tempo Doeloe
Untuk bisa masuk ke dalam Museum Malang Tempo Doeloe, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000,- bagi pelajar dan Rp. 15.000,- bagi pengunjung umum. Didalam museum ini, pengunjung benar-benar diajak kembali ke suasanan Malang pada zaman dulu. Museum ini dibagi menjadi beberapa lokasi berdasarkan zaman. Saat pertama kali pengunjung menginjakkan kakinya di lokasi pertama di museum ini, pengunjung langsung akan disuguhi suasana Malang pada zaman pra sejarah. Dilokasi ini banyak di pajang barang-barang peninggalan pra sejarah, seperti fosil gading gajah purba serta berbagai macam batu peninggalan jaman prasejarah.
Sebelum menuju ke lokasi berikutnya yaitu zaman kerajaan, pengunjung akan melewati lorong yang di kanan kirinya terdapat kayu dan dedaunan dan di dindingnya di tempel informasi mengenai sejarah kerajaan yang ada di Malang. Di lokasi zaman kerajaan pengunjung akan diperlihatkan sebuah ruangan yang didesain sedemikan rupa menyerupai goa tempat pertapaan Ken Arok dan juga terdapat informasi tentang silsilah raja-raja yang ada di Jawa. Selain itu, di lokasi ini juga di pamerkan prasasti dan arca serta teko dan celengan yang terbuat dari tanah liat yang di gunakan pada zaman kerajaan.
Setelah itu pengunjung akan melewati lorong Kota Malang yang kanan kirinya di pajang foto-foto bangunan pada zaman dahulu, sehingga para pengunjung dapat mengetahui bentuk bangunan maupun rumah-rumah pada zaman Belanda. Disini juga di pajang benda-benda peninggalan zaman Belanda, mulai kamera, telepon, koin dan radio dapat di temukan disini.
Selain itu di museum ini juga di pampang foto-foto Bupati dan Juga Walikota yang pernah menjabat di Malang, mulai dari Bupati dan Walikota yang pertama hingga yang terakhir semua fotonya terpampang disini.
Peristiwa-peristiwa sejarah  penting pun disajikan di Museum ini, mulai peresmian Monumen Tugu oleh Bungkarno, Kongres KNPI dan pada saat Malang diduduki oleh Jepang ditampilkan disini melalui dokumentasi maupun ornamen-ornamen penunjang yang dapat membuat pengunjung merasakan ikut berada pada peristiwa penting tersebut.
Cahyono menjelaskan tujuannya membuat museum ini adalah untuk memberikan edukasi maupun informasi kepada masyrakat luas, khususnya masyarakat Kota Malang sendiri untuk lebih mengetahui Sejarah tentang Malang. Cahyono mengaku, bahwa barang-barang yang ada di Museumnya itu sebagian merupakan barang Hibah dari pejabat-pejabat zaman dulu dan juga hibah dari museum-museum. Selain dari hibah, Cahyono sendiri hunting barang-barang  bersejarah tersebut dari daerah-daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Selain dijadikan tempat wisata, museum ini juga sering dijadikan tempat magang maupun penelitian oleh Mahasiswa. Museum Malang Tempoe Doloe buka setiap hari, dan rata-rata pengunjungnya bisa mencapai 100 orang tiap harinya, terang Cahyono.

———————————————-
Jumat, 17 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer: Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...