KKG Wadah Efektif Tingkatkan Profesionalisme Guru

Pertemuan dengan Bupati Tana Toraja


CENDANANEWS (Tana Toraja) – Sebenarnya guru-guru memiliki wadah untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme mereka lewat pertemuan yang disebut KKG MGMP. Bahkan diluar negeri, wadah seperti ini, menurut penelitian, menjadi wadah paling efektif untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Sayangnya di Sulsel, wadah ini belum terkelola dengan baik. 
Demikian yang mengemuka dan alot pada pertemuan dengan tim  USAID PRIORITAS membahas masalah kondisi pendidikan di Toraja, Sulawesi Selatan. Bupati Toraja Theofilus Allorerung  berharap bahwa Kelompok Kerja Guru (KKG) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai wadah pertemuan guru untuk meningkatkan profesionalisme guru menjadi lebih efektif. 
“Kita berharap dana yang kita berikan kepada kegiatan untuk pertemuan guru seperti itu tidak terbuang percuma. Mereka seharusnya bisa secara kreatif mengidentifikasi masalah-masalah mereka sendiri dan mengisi kegiatan seperti  itu secara kreatif, sehingga bisa meningkatkan profesionalisme mereka,” ujar Theofilus. 
Pertemuan audiensi yang dilaksanakan di gazebo depan Kantor Bupati Toraja Rabu, (22/4/2015) juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Sekretaris Bappeda dan beberapa staf dinas pendidikan lainnya. 
Bupati prihatin karena selama ini forum seperti KKG untuk guru-guru tingkat SD dan MGMP tingkat SMP seringkali hanya menjadi  ajang berkumpul guru, arisan dan sebagainya tanpa dimuati kegiatan yang berarti.
Menanggapi hal tersebut, Jamaruddin, Provincial Coordinator USAID PRIORITAS untuk Sulawesi mengatakan bahwa KKG memang harus dikelola dengan baik, karena KKG MGMP bisa menjadi ajang para guru mengevaluasi pembelajaran yang selama ini dilakukan. KKG bisa menjadi ajang mengajar sebaya,  mengevaluasi Rencana Pembelajaran dan alat peraga yang disusun atau dibuat guru,  berbagi ilmu yang sudah didapat dari pelatihan dan berbagai kegiatan lain yang kreatif.
“Pada modul III USAID PRIORITAS, kita akan  melatihkan bagaimana para guru mengelola KKG dengan lebih baik, mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya. Semoga dengan modul tersebut, bisa menambah efektifitas manajemen KKG dan MGMP,” jelas Jamaruddin.
Karena komitmennya yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, program USAID PRIORITAS mendapatkan dukungan yang besar dari Bupati  Tana Toraja. 
“Secara rutin bupati meminta laporan kemajuan program USAID PRIORITAS dan  setiap tahun mengalokasikan dana untuk penyebaran program USAID PRIORITAS ke sekolah non mitra,” ujar Baharuddin Makkutana, Koordinator Daerah USAID PRIORITAS Tana Toraja.
Selain itu, untuk memperlancar tugas-tugas fasilitasi program USAID PRIORITAS,  Pemda Toraja juga mengangkat beberapa fasilitator USAID PRIORITAS  menjadi kepala sekolah atau pengawas. 
Dengan cara demikian mereka tidak terlalu terikat dengan kewajiban guru  memenuhi jam mengajar  24 jam untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.  Beberapa fasilitator USAID PRIORITAS tersebut diantaranya  Bartolomeus dari guru SD Katholik Renya Rosary menjadi Kepala Sekolah Dasar  Tiromanda, Markus Era dari SMP I Sangala menjadi Kepala Sekolah SMP Mengkende, Rosmiati dari Guru Bahasa Inggris di SMP 2 Sallu Putti menjadi Pengawas SMP dan lainnya.
“Dengan  pengangkatan demikian, kita berharap fasilitator bisa menyebarkan lebih jauh apa yang telah mereka dapatkan ke sekolah-sekolah di tempat barunya, atau sekolah sekolah yang diawasinya,” jelas Bahar.

———————————————-
Rabu, 22 April 2015
Jurnalis :  M. Jaju
Fotografer :  M. Jaju
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...