Cuaca Buruk Aktifitas Pelayanan Kapal Dihentikan Sementara

KMP Elysia di dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni susah sandar pada Jumat malam (24/4/2015)

CENDANANEWS(Lampung) – Aktifitas pelayaran di Selat Sunda dihentikan sementara selama tiga jam lebih pada Jumat malam (24/4/2015). Keputusan penghentian aktifitas pelayaran dilakukan setelah pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Bakauheni mendapat informasi dari Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) pada malam hari kecepatan angin dan tinggi gelombang di Selat Sunda membahayakan untuk pelayaran.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni  Kapten Yoshua P.S.I Anthonie MM, kepada Cendananews.com mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG, ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda mencapai 3-4 meter dan kecepatan angin mencapai 50 knot akibat cuaca ektrim.
“Kami segera melakukan himbauan kepada para nahkoda untuk menghentikan aktifitas pelayaran, setelah kapal sandar kita perintahkan untuk anchor dan tidak berlayar sampai keadaan cuaca buruk kembali normal,” ungkap Kapten Yoshua P.S.I Anthonie MM di Bakauheni Jumat malam (24/4/2015).

Kendaraan mengantri di semua kantong parkir Pelabuhan Baakuheni akibat cuaca buruk
Kondisi cuaca buruk tersebut ungkap Yoshua sudah terjadi sejak sore hari dengan ditandai angin yang cukup kencang. Cuaca di sekitar alur serta pelabuhan Bakauheni dan Merak sempat mereda namun kembali memburuk sekitar pukul 21:00 WIB. Hingga akhirnya prakiraan dari BMKG cuaca buruk di tengah perairan Selat Sunda dan demi keselamatan pelayaran pihak KSOP Bakauheni menghentikan aktifitas pelayaran.
“Penghentian kami lakukan demi keselamatan aktifitas pelayaran dan para nahkoda segera anchor di sekitar Pelabuhan Bakauheni untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan,”ungkap Yoshua.
Dari pantauan Cendananews.com beberapa kapal yang akan sandar di dermaga I diantaranya KMP Elysia, KMP Shalem kesulitan melakukan olah gerak kapal akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Setelah bersandar KMP Elysia diperintahkan anchor (berhenti beroperasi) sementara menunggu cuaca membaik. 
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni  Kapten Yoshua P.S.I Anthonie MM
Menurut catatan KSOP,penghentian dilakukan tepat puku 21:30 WIB sampai pukul 23:00 WIB dan baru dibuka kembali sekitar pukul 23:15 WIB. Perintah memperbolehkan pelayaran tersebut dilakukan sementara mengingat cuaca di perairan Selat Sunda bisa berubah sewaktu waktu akibat cuaca ektrim.
Sementara itu manager operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Bakauheni (PT ASDP), Heru Purwanto mengungkapkan, penghentian aktifitas pelayaran berdasarkan rekomendasi dari KSOP Bakauheni.
“Ia benar tadi aktifitas pelayaran sempat dihentikan dan itu harus dilakukan demi keselamatan pengguna jasa pelayaran,” ungkap Heru Purwanto.
Heru bahkan memuji keputusan KSOP tersebut mengingat cuaca buruk membahayakan keselamatan sehingga lebih baik aktifitas pelayaran dihentikan daripada kapal mengapung sekitar 2 hingga jam di tengah laut karena susah sandar.
Dampak dari penghentian aktifitas pelayaran tersebut,ribuan kendaraan berbagai jenis terutama truk mengular hingga luar pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan yang menunggu di kantong parkir harus menunggu 3 jam lebih.
Penumpang pejalan kaki terlantar akibat menunggu kapal
Penumpang pejalan kaki yang berada di Gangway dermaga 1 terpaksa berpindah ke gangway dermaga 2 akibat kapal di dermaga 1 langsung melakukan anchor.
“Saya menunggu hampir tiga jam lebih di parkir dermaga satu karena tidak ada kapal yang berangkat tapi setelah tiga jam baru ada kapal yang siap berangkat, informasi tadi gelombang dan angin kencang,”ujar Soni (35) salah satu sopir kendaraan pribadi asal Lampung tujuan Jakarta.

———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis :Henk Widi
Fotografer :Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...