![]() |
| Abraham Samad Membacakan Puisi ‘Darah Daging Korupsi’ [Foto: CND] |
CENDANANEWS (Makasar) – Festival anti korupsi dengan tema “Karena Kita Korban korupsi” digelar di Benteng Fort Rotherdam Makassar, sabtu malam (28/3). Festival anti korupsi ini diprakarsai oleh Masyarakat Anti Korupsi (MARS), sebuah komunitas aktivis korupsi dari berbagai lembaga dan perorangan di Makassar.
Beberapa acara digelar dalam Festival ini yakni orasi budaya, game, pameran foto dan dongeng anti korupsi dan lukisan anti korupsi. Acara puncak adalah orasi anti korupsi oleh Abraham Samad, Ketua KPK non aktif, Dadang Trisasongko, sekjend Transparansi Internasional Indonesia (TII), Asmin Amin dan Alwi Rahman, Qashim Mathar budayawan Makassar.
Ketua panitia pelaksana Festival Anti Korupsi Jupri Saksi mengatakan Festival ini diharapkan menjadi ajang pertemuan semua aktivis anti korupsi untuk bersama-sama melihat indonesia bebas korupsi. Menjadi wadah menyatukan visi misi kita untuk melawan tindak korupsi disemua lini.
“Jangan menjadi korban korupsi, mari kita bersama lawan penyebab korupsi di Indonesia” tegas Jupri.
Puncak acara orasi anti korupsi diisi Abraham Samad dengan membacakan sebuah puisi yang berjudul “darah daging korupsi”. Dengan suara lantang, Abraham membacakan puisinya disertai tepuk tangan dari pengunjung festival.
“Marilah kita bangkit memerdekakan rakyat kita yang tertindas Korupsi kian menggila mendarahdaging ditubuh oknum aparatur birokrat kita Lebih dari sekedar bangsat Dan rakyat masih dengan nasib yang sama menjadi ladang ganja bagi mereka yang kerap berpesta meski tak pernah kita berhenti menolaknya Hingga dengan lantang puisi-puisipun lahir dari bibir-bibir penyair yang seia sekata menolak korupsi Jika benar korupsi tak mendarah daging, apakah mungkin darah itu bisa dipisahkan dengab daging”
Abraham Samad dieluk-elukkan oleh ribuan pengunjung di Benteng Fort Rotherdam ini, yang sebagian besar dari kalangan kampus dan aktivis di Makassar.
Sementara itu budayawan Qashim Mathar dalam orasinya menegaskan jika hanya orang yang bersih dan berani yang mampu memberantas korupsi. Hati yang bersih tidak cukup untuk memberantas korupsi yang sudah menggila di Indonesia. Butuh lebih dari itu.
“Hanya orang bersih yang bisa memberantas korupsi. Tapi itu tidak cukup, butuh keberanian untuk melakukannya” ujar Qashim.

Festival ini juga menampilkan Robi Navicula dan Band simponi yang selama ini aktif kampanye anti korupsi, dan melibatkan sekitar 50 pekerja seni Se-Sulawesi Selatan.
———————————————————-
Minggu, 29 Maret 2015
Jurnalis : Bayu Firmansyah
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-