“Dampak kemarau panjang ini petani sangat kesulitan sekali menanam, sebab curah hujan tidak menentu sehingga petani takut mengalami gagal tanam dan gagal panen,” sebutnya.
Sebelumnya, dengan sistem tradisional memakai bajak tenaga sapi dan kerbau, pengolahan lahan membutuhkan waktu sepekan. Biaya yang dikeluarkan petani juga lebih murah, dengan luas satu hektare hanya mengeluarkan biaya Rp500.000.
"Bantuan tersebut harus sebisa mungkin digunakan sebagaimana mestinya, agar mengurangi efek petani yang masih secara manual,"ungkap Rahmat Effendi usai menyerahkan bantuan, Senin (24/6/2019).
PONOROGO - Anggota Polres Ponorogo, menyelidiki kasus hilangnya mesin traktor sawah yang diduga dicuri orang saat ditinggal pemiliknya di Desa Badegan, Kecamatan Bedegan, Ponorogo, Jawa Timur.