Padahal hari sudah menjelang pagi. Udara panas Jakarta perlahan masuk bersirobok lewat celah-celah dinding rumah yang kukontrak dalam beberapa bulan ini. Keringat selalu saja mengendap dalam malam yang kering.
Pagi ini mestinya aku ditugasi menjemput beberapa tamu kantor. Sebagai seorang sopir kantor, salah satu tugasku adalah menjemput dan mengantar para tamu sebaik mungkin. Jarum jam dinding perlahan tapi pasti mendekati angka 6. Mestinya aku…