Gunungkidul Kembangkan Kampung Edukasi Lidah Buaya

YOGYAKARTA — Gunungkidul kini memiliki Wisata Edukasi Lidah Buaya ‘Aloeland’ bertempat di Padukuhan Jeruklegi Kalurahan Katongan Kapanewon Nglipar. Launching Kampung Edukasi “Aloeland” ini secara resmi dilakukan Bupati Gunungkidul Sunaryanta Kamis (10/8/2023).

Keberadaan kampung edukasi lidah buaya ‘Aloeland’ ini dikembangkan seorang pemuda setempat Alan Efendhi dengan didukung bantuan BMT Dana Insani serta Dompet Dhuafa Yogyakarta sejak tahun 2015 silam. Terakhir bantuan diberikan senilai Rp 60 juta, untuk pembangunan fisik serta pelatihan.

“Pendampingan akan terus kita lakukan untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah Katongan ini” ucap Muhammad Zahran selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

la juga berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul agar Kampung Wisata Edukasi ‘Aloeland’ ini dapat berkembang lebih baik lagi.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang secara simbolis meresmikan Kampung Wisata Aloevera dengan menandatangani prasasti juga menyatakan apresiasinya atas kemajuan di Kalurahan Katongan.

Menurutnya apapun kegiatan yang memiliki nilai ekonomi, termasuk di sektor UMKM harus terus didukung untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“lni butuh penguatan di kehidupan warga dan peran serta masyarakat maupun dari pemerintah,” ungkapnya.

Pemilik UD Mount Vera, Alan Efendhi mengaku telah mengembangkan usaha budidaya sekaligus pengolahan makanan dan minuman berbahan Lidah buaya atau Aloevera ini sejak 2015 silam. Yakni dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Saat ini kami mampu mengolah 500 kilogram daun lidah buaya menjadi berbagai produk olahan makanan dan minuman setiap harinya. Baik itu produk minuman kemasan, permen, dan lainnya. Omset penjualan sudah mencapai Rp45juta per bulan. Itu belum termasuk pemasukan dari wisata edukasi, penjualan oleh-oleh dan sebagainya,” ungkapnya.

Memberdayakan masyarakat sekitar, saat ini total lahan yang telah dikembangkan, mencakup wilayah seluas 3 hektar. Baik itu di kabupaten Gunungkidul, Bantul hingga Klaten.

“Kita rutin menerima tamu wisatawan dari berbagai daerah hampir setiap minggunya. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan sebagainya. Mereka datang kesini untuk belajar membudidayakan dan mengolah Aloevera,” pungkasnya.

Lihat juga...