Latih kesabaran, ratusan warga ikuti lomba panahan tradisional Jemparingan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA, Cendana News – Ratusan pemanah asal berbagai daerah mengikuti ajang lomba panahan tradisional bertajuk Gladhen Ageng Jemparingan di lapangan Dolo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (05/11/2022) hari ini.

Lomba panahan tradisional jemparingan ini rutin digelar Pemerintah Kalurahan Wedomartani dalam rangka merti desa mandiri budaya Kalurahan Wedomartani, yang pada tahun 2022 ini mengangkat tema ‘Urip Iku Urup’.

Selain bertujuan melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat, ajang Lomba panahan tradisional jemparingan ini juga bertujuan untuk mencari bibit unggul atlit-atlit panahan tradisional yang mampu berprestasi.

Ketua Desa Budaya sekaligus Kamituo Wedomartani, Mujiburohman mengatakan, ajang lomba panahan tradisional jemparingan ini diikuti oleh 155 peserta dari berbagai daerah di DIY. Peserta lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni putra dan putri.

“Kategori putra memperebutkan tropi Bupati Sleman, sedangkan kategori putri memperebutkan tropi Kepala Dinas Kebudayaan Sleman,” jelasnya.

Lewat ajang ini, Mujiburahman berharap semakin banyak masyarakat khususnya di wilayah Wedomartani yang tertarik untuk melakukan olahraga panahan tradisional. Sehingga mampu menggairahkan klub panahan yang ada di Wedomartani.

“Apalagi panahan ini merupakan Olahraga yang disunnahkan agama serta merupakan cabang olahraga di tingkat nasional,” katanya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang turut hadir membuka acara berharap kegiatan ini mampu melahirkan atlet-atlit berprestasi di bidang panahan, sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Sleman baik di kancah nasional maupun internasional.

“Dari Wedomartani sudah ada yang berhasil meraih perunggu saat PORDA kemarin. Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu salah seorang peserta, Ahmad Nurkholis (39) asal Klaten mengaku tertarik menggeluti olahraga panahan tradisional Jemparingan sejak 2020 lalu.

Menurutnya olahraga panahan tradisional jemparingan merupakan salah satu cabang olahraga yang mampu melatih seseorang agar bisa lebih fokus.

“Yang paling sulit itu latihan kesabaran. Serta menguasai hati dan pikiran. Karena kalau kita sedang banyak masalah atau banyak pikiran, pasti setiap memanah tidak akan bisa kena sasaran,” kayanya.

Hal semacam ini lah yang menurut Mujiburahman, sangat penting dimiliki setiap individu masyarakat di era serba digital seperti sekarang ini. Dengan memiliki kesabaran dan ketenangan hari, seseorang diharapkan mampu memiliki sikap yang tenang dalam berbagai hal.

“Termasuk tidak berperilaku sembarangan dan seenaknya sendiri. Misalnya saja dalam bermedsos,” tutupnya.