30 November 1995, Presiden Soeharto resmikan ratusan ribu rumah sederhana dan RSS
“Yang juga menggembirakan adalah, bahwa ratusan ribu rumah tadi kita bangun hanya dalam waktu kurang dari dua tahun,” sebut Kepala Negara.
Keberhasilan dalam membangun ratusan rumah yang tersebar di seluruh provinsi dalam waktu singkat, sebut Presiden, menunjukkan bahwa pembangunan kita bergerak makin cepat, makin luas dan menjangkau lapisan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Dengan selesainya pembangunan rumah-rumah ini, maka makin banyak lagi jumlah anggota masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat menempati perumahan yang memenuhi syarat kesehatan.
“Dengan bertambah banyaknya jumlah keluarga berpenghasilan rendah yang dapat tinggal dalam rumah yang layak, berarti makin banyak pula keluarga kita yang dapat hidup lebih tenteram, lebih sejahtera dan lebih bahagia,” terang Presiden Soeharto.
Presiden Soeharto menyebutkan, rumah tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, di samping kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, pangan, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Tanpa rumah tinggal yang layak dan memenuhi syarat, sulit mewujudkan keluarga yang sejahtera dan bahagia.
“Jika jutaan keluarga kita tidak dapat hidup sejahtera, berarti masyarakat adil dan makmur yang kita cita-citakan belum dapat kita wujudkan. Karena itulah, dalam melaksanakan pembangunan kita berusaha membangun perumahan, terutama untuk lapisan masyarakat yang berpenghasilan rendah,” terang Pak Harto.
Dalam peresmian tersebut, Presiden Soeharto mengingatkan kembali agar peremajaan daerah kumuh tidak boleh menimbulkan kesan sebagai penggusuran mereka yang miskin untuk kepentingan mereka yang kaya.
Namun, menyediakan rumah bagi warga masyarakat yang berpenghasilan rendah itu tidaklah mudah. Sebab, rumah mahal harganya, ungkap Presiden Soeharto. Salah satu sebab tingginya harga rumah adalah harga tanah yang mahal. Harga rumah akan dapat lebih murah, jika tersedia tanah dengan harga yang murah pula.
“Karena itu, saya minta agar para Gubernur, bupati dan walikota madya membantu menyediakan tanah, khususnya untuk membangun rumah sangat sederhana dan rumah sederhana dengan harga yang murah.”
Menyediakan tanah dengan harga yang murah bukanlah pekerjaan yang gampang. Kebutuhan tanah terus meningkat, sedangkan luas tanah tidak bertambah. Namun, jika hal ini kita biarkan, maka hanya mereka yang mempunyai penghasilan yang tinggi saja yang akan mampu menempati rumah-rumah yang layak. Mereka yang belum tinggi penghasilannya, terpaksa tinggal di wilayah-wilayah kumuh yang tidak sehat dan tidak layak huni. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan pembangunan kita.