Kabupaten Sumedang studi tiru pengelolaan Creative Space di Sleman

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengunjungi Sleman Creative Space di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, untuk melakukan studi tiru.

Rombongan Pemkab Sumedang berkunjung ke Kabupaten Sleman karena ingin belajar mengelola Creative Space untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerahnya.

Pasalnya, saat ini Kabupaten Sumedang juga sudah memiliki Creative Space sebagai wadah pengembangan ekonomi kreatif daerahnya.

Pimpinan rombongan Pemkab Sumedang, Plh Sekretaris Daerah Hilman Taufik Wijaya Somantri mengaku kedatangannya ke Sleman untuk melakukan studi tiru pengelolaan Creative Space.

Dia mengatakan, bahwa hal tersebut sebagai upaya meningkatkan optimalisasi pengelolaan Gedung Creative Centre (GCC) Kabupaten Sumedang.

Dia menjelaskan, bahwa kabupaten Sumedang sudah punya GCC yang merupakan wadah bagi anak muda dan ekonomi kreatif di Sumedang untuk beraktivitas, berkreasi, dan berkolaborasi bersama menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Untuk itu Pemkab Sumedang sengaja mengadakan studi tiru ke Sleman untuk mencari pola pengelolaan Gedung Creative Centre tersebut.

Sementara itu rombongan dari Kabupaten Sumedang terdiri dari tujuh perwakilan itu diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid.

Turut mendampingi adalah Sekretaris Dinas, Eka Priastana Putra, dan Farkhat Fikriyan dari Komite Ekonomi Kreatif Bidang Aktivasi Ekonomi Kreatif.

Ishadi Zayid dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa perkembangan ekonomi kreatif di Sleman saat ini cukup membanggakan.

Namun, pihak pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait harus terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan ekonomi kreatif.

“Harapannya agar ke depan bisa menjangkau ke semua 17 sub sektor ekonomi kreatif,” ungkap Ishadi dikutip dari laman slemankab, Minggu (16/10/2022).

Menurut Ishadi, saat ini sub sektor ekonomi kreatif unggulan di Sleman yang relatif cepat perkembangannya adalah sub sektor film, animasi dan video, sub sektor kriya bamboo, dan sub sektor seni pertunjukan.

“Harapannya ketiga sub sektor ekonomi kreatif itu akan menjadi pengungkit kemajuan sub sektor ekonomi kreatif lainnya,” katanya.

Ishadi mengatakan dengan perkembangan ekonomi kreatif di Sleman yang makin prospektif, maka Pemerintah Kabupaten Sleman telah memperoleh fasilitasi dari pemerintah pusat.

“Melalui Becraft Kemenpar RI, Sleman mendapatkan fasilitasi berupa Gedung Sleman Creative Space di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman,” kata Ishadi.

Kemudian untuk mendukung optimalisasi pengelolaan ekonomi kreatif di Sleman, dibentuklah Komite Ekonomi Kreatif yang terdiri dari orang-orang yang kompeten di bidangnya pada tahun 2021.

Ishadi menyampaikan pula, bahwa pada saat ini pemerintah daerah akan mencanangkan Bulan Oktober sebagai Bulan Kreatif bagi Kabupaten Sleman.

Hal itu ditandai dengan penyelenggaraan Sleman Kreatif Week #2 pada tanggal 21, 22, 23 Oktober 2022 nanti.

Lihat juga...