Dampak La Nina tak selalu buruk, simak apa saja yang harus diperhatikan

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Fenoman La Nina yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi atau sebaliknya berdampak di sektor peternakan, perikanan dan pertanian.

Di sektor pertanian, dampak La Nina bisa menjadi positif bagi tanaman yang membutuhkan banyak air. Sebaliknya, akan menjadi kerugian bagi tanaman palawija.

Sementara bagi sektor perikanan, melimpahnya air hujan tentu saja bisa mennghidupkan banyak kolam.

Sementara itu di sektor peternakan, La Nina juga bisa menyebabkan dampak positif dan merugikan.

Dampak positif La Nina di sektor peternakan akan menjamin sumber pakan hijauan terus tumbuh subur dan melimpah.

Namun, meningkatnya curah hujan akan menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin pada malam hari. Dan, menjadi lebih panas pada siang hari dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut berdampak bagi hewan ternak. Dan, setiap jenis ternak berbeda-beda dalam merespons perubahan suhu tersebut.

Dampak dari perubahan suhu itu bisa mengakibatkan munculnya gejala klinis sederhana, hingga masuknya beberapa penyakit serius pada hewan ternak.

Pada umumnya, saat musim penghujan ternak akan lebih rentan terhadap penyakit.

Hal ini bisa karena daya tahan tubuh ternak menurun akibat stres cuaca, karena kondisi lingkungan yang tidak nyaman.

Ketika musim hujan tiba, perkembangan bibit penyakit juga akan semakin meningkat.

Lingkungan akan menjadi lembap yang merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri, virus, parasit, dan jamur.

Memasuki musim penghujan, para peternak ruminansia dan unggas harus lebih waspada.

Sebab, bisa muncul beberapa penyakit dan gangguan fisik pada ternak.

Gangguan fisik pada hewan ternak itu antara lain, traumatik. Sapi yang dipelihara dalam sistem kandang lepas atau kandang koloni menjadi rentan terkena lamenes atau pincang saat musim hujan.

Karena kandang yang becek dan licin, akan membuat sapi mudah terpeleset atau jatuh, akhirnya bisa menyebabkan luka, pincang atau bahkan tidak bisa berdiri.

Kondisi itu akan semakin parah jika kebersihan kandang tidak dirawat dengan baik.

Luka dapat menjadi masalah baru jika kandang dalam kondisi kotor dan banyak lalat yang bisa memicu infeksi maupun myasis atau belatungan.

Kemudian, demam pada ternak ruminansia akibat perubahan cuaca menjadi rendah.

Saat cuaca bersuhu rendah, jika kondisi ternak ruminansia lemah karena kekurangan nutrisi zat-zat gizi tertentu pada makanannya, akan mudah terserang demam.

Pada musim penghujan perlu diwaspadai pada ternak sapi, yaitu Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau penyakit demam tiga hari.

Penyebaran yang meningkat saat musim hujan penyakit ini dipengaruhi oleh vektor nyamuk yang banyak ditemukan saat musim hujan. Angin kencang yang lembap dan basah juga akan menyebarkan vektor.

Selain itu, juga kembung, diare, cacingan, serangan lalat, dan stress.

Lihat juga...