Kreativitas, Solusi Penerapan Urban Farming di Lahan Terbatas
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG, Cendana News – Lahan sempit bukan kendala dalam menerapkan pertanian perkotaan atau urban farming. Dengan kreativitas, sebuah tempat terbatas dapat ditanami sejumlah komoditas pertanian multi manfaat.
Akiong, warga Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung membudidayakan beragam jenis tanaman buah di Lahan sempit. Seperti elengkeng pingpong, jambu jamaica, bunga telang, bambu hias, nangka, jambu air dan beragam tanaman.
“Fungsi tanaman juga saya pilih multi manfaat untuk menghasilkan buah, sebagai penghasil oksigen, peneduh dan bisa menyerap air saat musim penghujan,” terang Akiong saat ditemui Cendana News, Senin (8/8/2022).
Varietas tanaman buah sebut Akiong sengaja dipilih jenis tanaman produktif dalam waktu singkat. Bahkan tanaman produktif sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Seperti hal nya jambu jamaica yang dapat berbuah di usia tiga tahun
“Buah ukuran besar rata rata lima ons kerap dibeli oleh pedagang buah segar. Per kilogram buah jambu jamaica diakui Asiong bisa dijual seharga Rp15.000 hingga Rp20.000,” terangnya.
Budidayakan memakai pot menjadi solusi lahan yang telah dibeton. Jenis tanaman buah anggur, bunga telang bisa digunakan sebagai pagar. Selain berfungsi sebagai pagar hidup, estetika halaman akan bertambah dengan tanaman yang tumbuh menghijau.
Pemanfaatan lahan sempit perkotaan juga dilakukan Saiful. Warga di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal memilih membudidayakan beragam tanaman. Jenis singkong bisa ditanam untuk menghasilkan umbi, daun sebagai bahan sayur.
“Saya juga memilih tanaman nangka untuk bahan sayur dan buah segar, pohon sebagai perindang saat panas,” ungkapnya.
Salah satu jenis tanaman pada sistem urban farming yang selalu dipanen setiap hari berupa bunga telang. Ia mengaku bunga berwarna ungu, merambat tersebut muncul setiap hari. Bunga bisa digunakan sebagai bahan minuman alami dengan warna ungu. Khasiat untuk kesehatan menurunkan kolesterol, gula darah, batuk menjadikan bunga telang selalu ditanam.
“Proses regenerasi mudah dilakukan memakai biji sehingga bisa menghasilkan bunga setiap hari,” bebernya.

Memanfaatkan lahan terbatas juga dilakukan Luis, warga di Simpur, Tanjung Karang. Ia memanfaatkan loteng rumah untuk menanam anggur, cabai dan beragam sayuran.
Ia menyebut tidak harus memiliki lahan luas di perkotaan untuk menanam. Bermodalkan kemauan, memanfaatkan polybag, pot untuk menanam buah anggur, sayuran dan tanama bumbu.
Kegiatan urban farming diakuinya bisa menjadi sumber pangan. Merawat beragam tanaman sekaligus menjadi kegiatan rekreatif yang menyenangkan.