Yogyakarta Kaya Masjid Indah, Filosofis, Historis
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA, Cendana News – Yogyakarta memiliki sejumlah bangunan masjid dengan desain arsitektur yang indah menawan.
Sejumlah masjid di Yogyakarta selain sebagai tempat ibadah juga bisa menjadi pilihan tujuan wisata rohani.
Berikut ini enam masjid indah di Yogyakarta yang dirangkum dari berbagai sumber.
Masjid Gede Kauman

Masjid Gede Kauman merupakan masjid paling terkenal di Yogyakarta. Selain berusia ratusan tahun, Masjid Raya Kraton Yogyakarta ini juga memiliki desain arsitektur yang indah dan syarat filosofis.
Sri Sultan Hamengku Buwono I membagun masjid itu pada tahun 1773.
Masjid Gede Kauman memiliki gaya arsitektur bangunan khas Jawa. Atapnya berbentuk tajug atau limasan segi empat sama sisi, rangkap susun tiga.
Atap limasan semacam ini merupakan ciri khas bangunan suci atau masjid di Jawa.
Ciri khas Masjid Gede Kauman lainnya juga terlihat pada bagian interior bangunan.
Terdapat 48 pilar yang terbuat dari kayu jati tua sebagai penopang atap. Empat pilar utama itu disebut dengan soko guru.
Selain memiliki sejarah panjang, setiap detail desain bangunan Masjid Gede Kauman juga menyimpan filosofi luhur masyarakat Jawa Islam pada umumnya.
Masjid Kampus UGM
Berada di kompleks Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan dibangun pada tahun 1998.
Masjid Kampus UGM memiliki gaya arsitektur yang indah, memadukan empat macam gaya arsitektur.
Empat gaya arsitektur tersebut adalah Arab, Tionghoa, India dan Jawa.
Bangunan utama masjid ini mengadopsi gaya arsitektur Jawa, berupa bangunan Joglo dengan atap berbentuk limasan dua tingkat.
Sementara tepat di halaman depan masjid, terdapat kolam dan air mancur dengan pohon palem di sisi kanan dan kirinya.
Gaya arsitektur ini menyerupai bangunan Taj Mahal yang terdapat di India.
Gaya arsitektur Masjid Nabawi terlihat pada bagian interior masjid. Terdapat lengkungan-lengkungan dengan banyak ornamen kaligrafi serta pilar-pilar besar sebagai penopang atap.
Sedangkan unsur Tionghoa terwakili oleh dominasi warna emas pada bagian dalam masjid, berpadu dengan warna merah, hijau dan krem.
Masjid An-Nurumi

IG @amjosazakky
Masjid dengan arsitektur sangat unik ini terletak di Jalan Solo KM 15, Kalasan, Sleman Yogyakarta.
Ciri khasnya yang paling mencolok adalah bentuk atapnya yang mirip kubah Gereja Katedral Saint Basil di Kremlin, Moskow, Rusia.
Dibangun tahun 2005, arsitektur masjid ini memang terinspirasi dari bangunan ciri khas negara Rusia itu.
Bermula dari sang pemilik pengusaha ayam goreng Kalasan, Ny Nur Indarti bersama anaknya Umi Nur Salim, berkunjung dan terpukau melihat bangunan di Rusia tersebut.
Saat itu ia bernazar jika memiliki rezeki berlimpah akan membangun masjid yang menyerupai bangunan itu.
Nazar itu terwujud dan masjid itu pun diberi nama Nurumi, yakni gabungan dari namanya dan nama anaknya.
Dengan kubah menjulang tinggi ke atas yang berwarna-warni, masjid An-Nurumi ini sepintas mirip bangunan di negeri dongeng.
Kubahnya berjumlah sembilan, melambangkan perjuangan wali songo dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Tak hanya indah di bagian luar, interior bangunan masjid An-Nurumi juga sangat menakjubkan.
Bagian langit-langit masjid ini terdapat hiasan kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna, hingga sampai ke bagian lorong kubah masjid.
Masjid Kristal Khadija

-Foto: IG @smabudimuliadua
Terletak di desa Wedomartani, Ngemplak Sleman, masjid ini merupakan salah satu masjid dengan gaya arsitektur indah, mewah, dan megah.
Dibangun tahun 2010-2013 di kompleks Sekolah Budi Mulia Dua, 80 persen keseluruhan bangunan Masjid Khadija ini dilapisi ornamen kristal dan marmer.
Karya seni arsitektur Masjid Khadija yang menakjubkan ini terinspirasi dari perpaduan gaya arsitektur Persia Iran dan Turki.
Konon, sang arsitek menyempatkan diri studi banding langsung ke Iran sebelum membangun masjid dua lantai ini.
Dari kejauhan, sebuah kubah besar berwarna hijau kebiruan tampak mencolok di bagian atap masjid.
Berpadu dengan lantai dan dinding luar masjid yang dihiasi sejumlah ornamen marmer bermotif garis dan floral.
Begitu masuk ke dalam bangunan masjid, pemandangan memukau akan langsung tersaji.
Hamparan ornamen kristal terlihat berkilauan mengiasi seluruh bagian langit-langit masjid.
Mulai dari lorong hingga ruang utama yang membentuk cekungan.
Ornamen kristal dengan aneka warna tampak cantik berpadu dengan hiasan kaligrafi Alquran dan lafadz Allah.
Menghiasi setiap sudut ruangan, mulai dari lubang-lubang jendela masjid hingga mihrab.
Masjid Suciati Saliman

Meski terbilang baru, majid satu ini telah menjadi salah satu masjid dengan bangunan termegah dan terindah di Yogyakarta.
Terletak di Jalan Gito Gati, Pendowoharjo, Sleman, masjid ini dibangun sekitar tahun 2015-2018.
Masjid tersebut dibangun oleh seorang pengusaha yang memulai karirnya sebagai pedagang ayam di pasar, bernama Suciati Saliman.
Secara umum, masjid ini meniru gaya arsitektur Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, yang khas Timur Tengah.
Meskipun tetap bernuansa arsitektur Jawa pada sejumlah bagiannya.
Dari luar, Masjid Suciati terlihat memiliki desain atap dengan ciri khas arsitektur Jawa berupa limasan 3 tingkat.
Atap ini diapit oleh 1 buah menara induk dan 4 buah menara anak yang berdiri menjulang tinggi khas Masjid Nabawi.
Gaya arsitektur Timur Tengah juga tampak dari desain pintu yang berlapis emas di sepanjang tepinya. Mirip dengan pintu Masjid Nabawi di Madinah.
Pintu masjid ini berjumlah 9 buah yang menggambarkan jumlah Wali Songo.
Masjid Suciati juga memiliki mihrab berbentuk lengkungan berhias ornamen warna hitam putih ,sama persis seperti mihrab Masjid Nabawi.
Pun juga kubah di bagian dalam masjid yang berbentuk cekungan setengah bola berwarna emas dan biru muda, sesuai ornamen motif khas Timur Tengah selayaknya kubah Masjid Nabawi.
Tak hanya megah dan indah, Masjid Suciati Saliman yang memiliki 3 lantai ini juga dilengkapi fasilitas mewah.
Mulai dari parkir bassement, hingga lift bagi penyandang disabilitas.
Masjid Al-Akbar YIA

Masjid ini terletak di kompleks Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Temon, Kulon Progo.
Dibangun tahun 2018-2019, masjid ini berarsitektur unik dan eksotik. Memiliki konsep bangunan modern terbuka, ramah lingkungan serta tahan bencana.
Bangunan utama masjid ini berbentuk kubah raksasa atau dome dengan luas lingkar mencapai 760 meter persegi.
Coraknya sangat indah dengan dominasi warna putih dan sentuhan warna biru kehijauan, sehingga tampak Instagrameble.
Hal paling unik dari masjid ini adalah tidak memiliki daun pintu maupun jendela sama sekali.
Namun, di sekeliling dinding bangunan masjid terdapat celah-celah ventilasi udara dengan corak ornamen motif batik kawung khas Yogyakarta.
Hal itu memungkinkan udara bisa berhembus leluasa masuk ke dalam ruangan masjid.
Sehingga bisa meminimalisir kebutuhan pendidikan ruangan. Begitu juga saat terjadi tsunami, air akan bisa melewati celah-celah ruangan itu tanpa harus merobohkan bangunan.
Konsep ramah lingkungan juga membuat masjid ini memiliki desain bangunan yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal ke dalam ruangan.
Sehingga dengan pencahayaan yang minim, ruangan masjid tetap akan selalu terang pada saat siang hari.