PT Pindad Ajak Kolaborasi Pelaku Usaha Lokal untuk Wujudkan TKDN 100 Persen

JAKARTA, Cendana News – PT Pindad mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam negeri berkolaborasi pada setiap produk yang dihasilkannya. Supaya, produk yang dihasilkan PT Pindad dapat mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 100 persen.

“Kita akan bersama-sama untuk membangun sebuah industri yang membuat kita menjadi lebih kuat dan mandiri, jadi kami mengundang teman-teman bantu mewujudkan sampai 100 persen,” kata Direktur Strategis Bisnis PT Pindad, Syaifuddin, ketika berdiskusi ketika Bussines Matcing Tahap III dengan tema “Peran Rantai Pasok Dalam Negeri Untuk Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (31/5/2022).

Adanya pencapaian nilai TKDN produk yang mencapai angka maksimal yakni 100 persen akan membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi semakin sejahtera. Mengingat, seluruh pelaku usaha tersebut dapat terlibat dalam pembuatan satu produk yang dihasilkan oleh PT Pindad secara berkelanjutan.

“Meningkatkan TKDN, sehingga yang mendapat keuntungan lebih besar atau benefit adalah kita dari industri senjata kita semua,” tutur Syaifuddin.

Menurut Syaifuddin, pada saat ini produk yang telah dihasilkan oleh PT Pindad memiliki TKDN yang cukup tinggi. Namun, ada sejumlah produk yang angka TKDN masih berada di kisaran angka di bawah 50 persen.

Produk yang memiliki angka TKDN yang tinggi terdapat pada produk senjata laras pendek (pistol) dan laras panjang (senapan) yang memiliki kisaran angka TKDN mulai dari 80-90 persen. Kemudian, pada produk amunisi atau yang dikenal dengan peluru memiliki kisaran angka TKDN dari mulai 53-83 persen.

“Tertinggi dari produk kita adalah di varian senjata yang hampir rata-rata di atas 70 persen,” imbuhnya.

Sedangkan, produk yang masih memliki angka TKDN dibawah 50 persen yakni terdiri dari kendaraan tempur yang masih memiliki angka TKDN di kisaran angka 40-44 persen. Dan produk alat berat yang masih memiliki angka TKDN dikisaran 37-41 persen.

“Excava merupakan produk untuk industri yang baru,” tuturnya seperti disadur dari InfoPublik, Rabu.

Di sisi lain, produk-produk yang dihasilkan pihaknya telah sepenuhnya dipergunakan oleh berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri. Semuanya yang dipergunakan untuk keperluan misi maupun kompetisi.

Dengan melakukan hal itu, tentunya membuktikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh pihaknya sangat baik.

“Produk kita memang sudah banyak digunakan untuk misi-misi internasional dan global,” katanya.

Diketahui, kegiatan Bussines Matcing dibagi dalam tiga tahap yang dimulai pada 23-27 Mei 2022, yang dilaksanakan oleh seluruh K/L, BUMN dan juga Pemda secara daring, kemudian pada 24 Mei 2022 yakni Arahan Presiden terakait belanja dalam negeri di K/L, Pemda dan BUMN, dan yang ketiga atau puncaknya adalah pada 30-31 Mei 2022 yang juga akan dilakukan penandatanganan komitmen, pameran dan talk show.

Lihat juga...