Omzet Penjualan Warung Kita Desa Cilampunghilir, Meningkat 70 Persen
Editor: Koko Triarko
TASIKMALAYA, Cendana News – Omzet penjualan bahan pokok di Warung Kita Desa Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, meningkat selama bulan Ramadhan 2022 ini.
Warung Kita yang dikelola oleh koperasi binaan Yayasan Damandiri tersebut, pun menjadi tumpuan bagi warga dan pelaku usaha kecil di desa untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok.
Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Yana Khairul Taufik Ismail, mengatakan selama bulan Ramadhan 2022 omzet penjualan produk sembako Warung Kita meningkat 70-80 persen.
Yana menjelaskan, untuk produk beras lokal kualitas unggul Singaparna, selama bulan Ramadhan ini terjual minimal 1 ton setiap minggunya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan warung-warung mitra, pihak koperasi juga mendistribusikan beras tersebut ke sejumlah masjid dan pondok pesantren, untuk keperluan selama Ramadhan.
“Kita bekerja sama dengan 16 masjid dan 4 pondok pesantren. Mereka rutin menerima pasokan beras dari koperasi,” ungkap Yana.
Sementara untuk minyak goreng, koperasi bekerja sama dengan KBSM dan Yayasan Damandiri menyediakan 750 karton minyak goreng setiap minggunya.
Menurut Yana, penyediaan minyak goreng ini untuk mengatasi kelangkaan yang masih terjadi di Desa Cilampunghilir dan sekitarnya.
Dia mengatakan, dari kuota sekitar 750 karton per minggu itu saat ini sudah ada 400 karton pesanan yang masuk ke koperasi.
“Ini membuktikan masih terjadi kelangkaan minyak goreng di sejumlah lokasi,” ungkapnya.
Koperasi Amanah Galunggung Mandiri juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan pokok jenis lain.
Yaitu, tepung terigu dan tepung tapioka yang meningkat sebesar 20-30 persen selama bulan Ramadhan ini.
Menurut Yana, hal itu terjadi karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Baik untuk berdagang maupun untuk konsumsi sendiri.
“Biasanya kita hanya mampu menjual sekitar 10 karung isi 25 kg per minggu. Kini, selama bulan Ramadhan kita bisa menjual tepung hingga 15 karung per minggu,” ungkapnya.
Hal yang sama juga terlihat pada komoditas lain seperti gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Koperasi Amanah Galunggung Mandiri mencatat ada peningkatan permintaan. Dari 50 tabung per minggu menjadi 100 tabung per minggu selama seminggu terakhir ini.
“Selama ini kita bekerja sama dengan agen. Sehingga begitu habis, agen akan langsung menyuplai lagi. Jadi, insyaallah masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkannya di koperasi,” katanya.
Koperasi Amanah Galunggung Mandiri dan unit usaha Warung Kita didirikan oleh Yayasan Damandiri pada tahun 2020.
Hal itu sebagai upaya pemberdayaan masyarkat, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).
Melalui program ini pula yayasan warisan Presiden Soeharto berharap pendapatan masyarakat desa bisa meningkat.
Hal itu sebagaimana tujuan pendirian yayasan, yaitu membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan.