Perkedwi Kembangkan Konsep Wisata Kesehatan
Admin
Cendana News, JAKARTA – Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) mengembangkan konsep Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia.
Konsep tersebut terdiri dari 5 pilar yang terdiri dari Wisata Medis, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti Penuaan, dan Herbal Tersaitifikasi, Wisata Ilmiah Kedokteran, dan Wisata Olahraga yang mendukung Kesehatan.
Serta dukungan sektor kesehatan di Destinasi Prioritas dan Super Prioritas.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah mengadopsi program tersebut.
Dan, menetapkan program tersebut sebagai kegiatan prioritas tahun 2022.
Mengutip laman kemenkes.go,id, Selasa 8 Maret 2022, bahwa health tourism atau wisata kesehatan menjadi salah satu daya tarik unggulan wisatawan di sejumlah negara.
“Indonesia sudah menginisasi wisata kesehatan sejak tahun 2012,” kata Ketua Umum PP Perkedwi, dr. Mukti E. Rahadian, MARS, MPH.
Dia menjelaskan, Wisata Kesehatan itu terdiri dari medical tourism, wellness and herbal tourism, sport health tourism and scientific health tourism.
Menurut dia, pemerintah bersama Kemenkes dan Kemenparekraf telah membuat nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.
Kerja sama itu untuk mengembangkan wisata kesehatan, dengan fokus pengembangan hingga tahun 2025.
Adapun fokus pengembangan itu pada medical tourism dan wellness herbal tourism.
”Fokus masyarakat pada kesehatan dan kebugaran, saat ini sudah menjadi sebuah pilihan gaya hidup,” kata dr Mukti.
Dan, pengembangannya bisa menerapkan protokol kesehatan dan konsep inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, tambahnya.
Dia mengatakan, bahwa Perkedwi akan menyelenggarakan Indonesia Wellness and Health Tourism Expo 2022 di Jakarta.
Tepatnya pada 9-13 Maret 2022 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu platform Perkedwi yang berfungsi sebagai branding dan promosi bagi rekan-rekan yang memiliki layanan unggulan di dalam ekosistem health tourism. Tujuan dari pameran ini adalah menyediakan pilihan-pilihan kepada publik.
Dia menginginkan adanya sebuah pendekatan lain untuk mendekatkan jenis layanan unggulan dari peserta pameran.
Mulai dari pelayanan wellness, herbal, dan jamu yang tersaintifikasi.
Sehingga, masyarakat mengenali jenis layanan unggulan dari rumah sakit, klinik, maupun faskes lain yang ada di Indonesia.
Dia mengklaim, bahwa pameran tersebut akan membuka pengetahuan masyarakat.
“Bahwa, pelayanan kesehatan Indonesia tidak berbeda jauh dengan pelayanan yang ada di luar negeri,” katanya.
Adapun peserta pameran Wisata Kebugaran dan Kesehatan terdiri dari RSUP Dr. Sardjito, RS Columbia Asia, Mandaya Royal Hospital Puri.
Siloam Hospitals Group, RS Kanker Dharmais, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Primaya Hospital, Eka Hospital Group.
RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSPAD Gatot Soebroto, Mayapada Hospital, RS Premier Group, RS Hermina.
Bio Farma, PT Mustika Ratubuana Internasional, Selensia Essential Oil, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul TBk, PT Sarana Usaha Sejahtera Insanpalapa (TelkoMedika).
PT Tjhindatama Mulia (Madame Gie), MorulaIVF Indonesia, Garuda Indonesia, Citilink, Bank BCA, Bayu Buana, dan PT Indonesia Orbit Nusantara.