Antusiasme Masyarakat Tinggi, Pengelola Bukit Soeharto Kewalahan Terima Pengunjung
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PONOROGO — Kawasan objek wisata Bukit Soeharto yang terletak di Jalan Nasional Ponorogo-Wonogiri, tepatnya di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Badegan Ponorogo Jawa Timur menjadi salah satu contoh keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Damandiri sejak tahun 2019 lalu.
Meski belum lama dibuka, objek wisata yang dikelola KUD Jaya Mandiri Sejahtera sebagai koperasi binaan Yayasan Damandiri ini telah mampu menjadi salah satu lokasi wisata alternatif paling populer yang ada di propinsi Jawa Timur saat ini. Hal tersebut dibuktikan dengan membludaknya wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru kemarin.
Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro mengatakan, pada masa libur Tahun Baru kemarin, objek wisata Bukit Soeharto, tercatat sebagai satu-satunya objek wisata di wilayah kabupaten Ponorogo, yang diizinkan beroperasi secara resmi oleh Pemprov Jawa Timur selama pandemi atau PPKM Darurat. Yakni dengan pengawasan protokol kesehatan secara ketat oleh Polsek, Koramil, Polres, Kodim hingga Polda
Hanya dalam waktu beberapa jam dibuka, objek wisata yang menawarkan lokasi tempat bersantai dengan view pemandangan dari atas perbukitan ini tercatat telah dikunjungi lebih dari 2.000 orang pengunjung. Jumlah tersebut sebenarnya bisa jauh lebih besar. Namun karena keterbatasan lahan parkir, maka jumlah pengunjung dibatasi.
“Pada masa libur Tahun Baru kemarin jumlah pengunjung membludak. Dari sekitar 5.000 lebih pengunjung, hanya sekitar 2.000 orang saja yang diperbolehkan masuk lokasi. Karena memang antusias masyarakat sangat tinggi, sementara lokasi lahan parkir kurang memadai,” ungkap Wahyu.
Karena berpotensi menimbulkan kerumunan sekaligus kemacetan kendaraan di jalan nasional, maka pihak terkait pun akhirnya melarang pengunjung untuk masuk ke lokasi objek wisata Bukit Soeharto.
“Sekitar pukul 11.00 wib kita di terpaksa tutup karna parkir sudah tidak muat. Padahal sebenarnya masih banyak kendaraan pengunjung yang hendak masuk ke lokasi,” ungkap Wahyu.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kawasan wisata Bukit Soeharto ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan selaku pengelola. Pasalnya, apa yang telah dilakukan pihak Koperasi bersama Yayasan Damandiri, telah mampu memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi di wilayah desa Badegan Ponorogo Jawa Timur.
“Tentu kita senang sekali, karena apa yang telah kita lakukan, bisa memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi warga sekitar,” ungkapnya.
Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sehingga sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.
Sempat terbengkalai dan kurang terawat, pada tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Luasan bukit yang awalnya hanya sekitar 0,7 hektare diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan.
Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni 2021 lalu, sampai saat ini renovasi dan pembenahan objek wisata Bukit Soeharto masih terus dilakukan. Selain menjadi alternatif objek wisata keluarga yang menarik, kawasan Bukit Soeharto ini juga telah disulap menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.
Di samping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok Presiden RI ke 2 HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga diharapkan mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya. Sehingga akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.