Tim Monitoring : Sekolah di Kota Bandung Relatif Berhasil Terapkan PHBS
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BANDUNG — Tim Monitoring Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Jawa Barat menilai, sekolah di Kota Bandung yang saat ini melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) relatif berhasil menjaga dan mengimplementasikan PHBS.
Jatti Indriatti, salah satu perwakilan Tim Monitoring tersebut mengatakan, semua tahapan dari mulai persiapan sampai evaluasi PTM di Kota Bandung dilaksanakan sesuai SKB 4 Menteri.
“Di Kota Bandung ini diterapkan format evaluasi harian yang belum dilakukan daerah lain. Itu sangat bagus, nanti kita juga ingin angkat itu menjadi benchmark untuk Kabupaten/Kota lainnya, agar membuat evaluasi harian yang seperti itu,” kata Jatti dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Kamis (28/10/2021).
Di samping itu, Jatti juga menyebut, bahwa capaian vaksinasi di Kota Bandung saat ini menempati peringkat teratas di Jawa Barat, yakni 92 persen untuk dosis satu. Dengan semakin besarnya jumlah vaksinasi, maka akan terbentuk herd immunity, sehingga kegiatan PTM tidak terhalangi.
“Kami mengimbau agar peran Usaha Kesehatan Siswa (UKS) lebih dioptimalkan. Jadi peran UKS selain sebagai pendorong PHBS secara reguler, juga menjadi bagian Tim Satgas yang ada di satuan pendidikan sebagai tim kesehatan keamanan. Jadi yang membuat SOP tentang tata cara PTM,” jelas Jatti.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Siti Muntamah mengatakan, pihaknya juga terus mengedukasi terkait PHBS di sekolah.
“Alhamdulillah sampai hari ini, walaupun tidak semua melaksanakan PTM, kita tetap mengedukasi PHBS. Baik itu di PKK, Puspaga, YKI dengan pesertanya sampai ribuan, kerjasama dengan Pandawa (Parenting Digital Kanggo Warga),” katanya.
Siti pun memastikan, PHBS ini secara konsep diterima oleh anak-anak, sehingga mereka tidak gagap lagi. Artinya adaptasi kebiasaan baru bisa cepat terinternalisasi pada anak-anak dan siap untuk PTMT.
Sedangkan terkait peran UKS, Siti terus menggencarkan edukasi. Mulai dari konsumsi, HIV/AIDS dengan KPA, hingga deteksi dini kanker payudara untuk siswi SMP.
“Untuk memastikan program Rembulan (Remaja Bandung Unggul Tanpa Anemia), juga tetap dilakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dengan pemberian pil penambah darah,” katanya.
Pihaknya juga sempat menggelar webinar terkait kesehatan mental anak remaja bersama Forum Komunikasi Anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
“Kemudian ada Remaja GenRe dengan kesehatan reproduksi, karena ada anak yang belum mengerti ketika diajak berhubungan intim,” pungkas Siti.