Musim Hujan Diprediksi Akhir Oktober, Petani di DIY Diminta Persiapkan Diri

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) kelas IV Sleman Yogyakarta memprediksi awal musim hujan di DIY akan terjadi pada pekan akhir Oktober hingga awal November ini.

Musim hujan pada tahun ini diperkirakan akan terjadi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, kondisi awal musim penghujan di sejumlah daerah di DIY akan berbeda-beda tergantung kondisi geografis wilayah masing-masing.

Kepala Staklim BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, majunya awal musim penghujan ini otomatis akan bedampak pada kondisi curah hujan yang lebih tinggi atau basah. Masyarakat perlu mencermati situasi ini, dimana saat masa peralihan atau pancaroba biasanya akan terjadi cuca eksrim.

“Puncak musim hujan akan terjadi pada sekitar awal Januari 2022. Cuaca ekstrem yang meliputi hujan deras disertai angin kencang dan petir bisa terjadi, baik pada saat masa peralihan/pancaroba, awal musim hujan maupun puncak musim hujan,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Sementara itu, Ketua Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi kelas IV Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan, sejumlah wilayah di kabupaten Sleman khususnya daerah sekitar lereng merapi diprediksi akan mengalami musim hujan lebih cepat dibandingkan daerah lainnya. Hal ini disebabkan kondisi curah hujan yang lebih tinggi di wilayah ini.

“Untuk saat ini sedang masa peralihan, namun memang di beberapa daerah sudah mulai turun hujan. Meski dengan intensitas yang berbeda-beda. Biasanya saat masa peralihan hujan terjadi dalam waktu yang relatif singkat,” katanya.

Menyikapi perkiraan BMKG masyarakat khususnya para petani pun diminta untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Baik itu dalam menyiapkan lahan pertanian beserta saluran-saluran irigasi, maupun memulai awal masa tanam guna memaksimalkan hasil panen agar sesuai dengan yang diharapkan.

Lihat juga...