Racikan Rempah, Ramuan Herbal yang Memiliki Manfaat Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Ramuan warisan leluhur menggunakan bahan herbal seperti rempah dan lainnya, belakangan ini kembali populer. Racikan rempah seperti jamu atau minuman herbal lainnya dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh setelah dikonsumsi rutin.

Salah satunya obat rempah yang diracik Eko Setiawan, salah satu terapis totok dan kepret bagi penderita stroke. Dia membuat sendiri ramuan rempah yang ada dengan perpaduan berbagai bahan alami yang diolah jadi obat.

Eko mengakui, racikan rempah warisan leluhur tersebut diyakini mampu membentengi dari bermacam penyakit bahkan mampu menyembuhkan.

Eko Setiawan, terapis totok, yang menggeluti usaha ramuan rempah, dijumpai, Jumat (20/8/2021). Foto: Muhammad Amin

“Ramuan herbal ini sebagai pelengkap pengobatan totok dan kepret yang saya praktikkan sendiri di rumah,” kata Eko Setiawan, kepada Cendana News, Jumat (20/8/2021).

Obat herbal yang diracik menggunakan bahan baku rempah seperti daun sereh, daun salam, cengkeh, meniran, dan alang-alang. Sejak dulu dipercaya mampu mengobati beragam penyakit dan utamanya untuk melancarkan peredaran darah.

Namun demikian, jelasnya, obat herbal biasanya bernilai cocok-cocokan. Setelah mengonsumsi secara rutin baru merasakan khasiat dari ramuan herbal tersebut. Obat rempah yang diproduksi Eko juga hanya diberi nama ramuan rempah begitu saja. Eko mengaku bingung mau memberi nama apa.

“Saya nggak ada kasih nama tertentu pada obat herbal ini, cuma obat rempah gitu saja. Karena diracik dari bahan daun sereh, daun salam, cengkeh, meniran, dan alang-alang, dengan cara direbus lalu disaring begitu saja. Rasanya memang nggak enak, tapi khasiatnya, buktikan sendiri,” jelas Eko.

Dia mengklaim, obat herbal racikannya mampu berkhasiat mengobati stroke, darah tinggi, vertigo, serta melancarkan peredaran darah. Bahkan ia juga meracik obat herbal untuk oles yang dikatakan bisa bermanfaat mengencangkan kulit.

Eko selama ini memang kerap dipanggil untuk melakukan terapi secara massal, seperti totok dan kepret tersebut dengan menggunakan media kayu khusus.

“Banyak sistem pengobatan warisan leluhur yang masih dijalankan. Tapi, semua hanya media perantara saja, sebagai bentuk ikhtiar, karena kuasa untuk menyembuhkan kembali kepada Yang Maha Kuasa,” jelasnya.

Diakuinya, pengobatan yang dijalankan adalah bernilai alternatif dengan penekanan pada metode totok dan kepret saraf tertentu. Hal ini sesuai pelajaran yang telah dijalaninya bersama tim.

Tarno, yang kerap mendampingi Eko saat melakukan pengobatan alternatif, mengakui, obat rempah racikan tersebut memang kerap dipesan untuk dikonsumsi masyarakat.

“Mereka yang telah mengonsumsi merasakan khasiat hingga pesan lagi. Obatnya dalam bentuk botol bisa dikonsumsi sebelum tidur dan bangun tidur,” papar Tarno.

Lihat juga...